Panama Papers: 4 Orang Dituntut atas Penipuan dan Penggelapan Pajak

Sebanyak empat orang telah dituntut di pengadilan AS dengan tuduhan penipuan dan penggelapan pajak terkait penyelidikan Panama Papers yang bocor ke publik.
John Andhi Oktaveri | 05 Desember 2018 15:07 WIB
Papan nama Mossack Fonseca di Arango Orillac Building, Panama (3/4/2016). - Reuters/Carlos Jaso

Bisnis.com, JAKARTA - Sebanyak empat orang telah dituntut di pengadilan AS dengan tuduhan penipuan dan penggelapan pajak terkait penyelidikan Panama Papers yang bocor ke publik.

Para pejabat pengadilan mengatakan bahwa keempat orang itu terlibat dalam "skema kriminal selama puluhan tahun yang dilakukan oleh Mossack Fonseca".
Mossack Fonseca adalah firma hukum yang berbasis di Panama yang dokumennya bocor pada tahun 2016 terkait pajak orang kaya yang disembunyikan.

Tiga dari empat orang yang disebutkan tersebut telah ditahan pada Selasa waktu setempat, sedangkan satu orang lainnya buron. Keempat pria itu bernama Ramses Owens, Dirk Brauer, Richard Gaffey, dan Harald Joachim von der Goltz sebagaimana dikutip CNN.com, Rabu (5/12/2018).

Brauer adalah warga Jerman berusia 54 tahun yang bekerja untuk sebuah perusahaan manajemen aset yang terkait dengan Mossack Fonseca. Dia ditangkap di Paris pada 15 November. Von der Goltz, 81, yang juga orang Jerman dan dulu tinggal di AS, ditangkap di London pada  Senin (3/12/2018) pekan ini. Sedangkan seorang akuntan yang berbasis di AS, Richard Gaffey, 74, ditahan di Massachusetts pada Selasa.

Sedangkan Owens, seorang warga Panama berusia 50 tahun, bekerja untuk Mossack Fonseca sebagai pengacara dan tetap bebas berkeliaran. Jaksa Penuntut Manhattan, Geoffrey Berman berkata mengatakan: "Seperti yang diduga, para terdakwa ini pergi ke luar biasa untuk menghindari undang-undang pajak AS untuk mempertahankan kekayaan mereka dan kekayaan klien mereka."

Dia mengatakan keempat terduga "menyimpan  jutaan dolar melalui rekening di luar negeri dan menciptakan perusahaan cangkang untuk menyembunyikan kekayaan mereka.

Kepala Dinas Penyelidikan Pidana Internal, Don Fort mengatakan timnya mengungkap skema rumit yang memindahkan uang ke seluruh dunia. Dia mengakui masih banyak penyelidikan sedang dilakukan saat ini.

Jaksa menuduh Owens dan Brauer menciptakan dan menjalankan yayasan dan perusahaan cankang palsu untuk menyembunyikan aset. Von der Goltz pada waktu itu berstatus sebagai warga AS dan klien Mossack Fonseca. Dia dituduh menghindari kewajiban pajak AS melalui skema perusahaan cangkang.

Sedangkan Gaffey dituduh membantu dalam skema dan, bersama dengan Owens, membantu klien lain, yang hanya disebutkan sebagai Klien 1. Tujuannya untuk melakukan penipuan  untuk layanan pendapatan internal.  Keempatnya menghadapi berbagai tuduhan dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. Investigasi terkait kebocoran Panama Papers berlanjut di seluruh dunia.

Pekan lalu, markas besar Deutsche Bank di Frankfurt digeledah oleh jaksa dalam investigasi pencucian uang .

Tag : pajak, Panama Papers
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top