Akhirnya, Warga Kuba Dapat Nikmati Akses Internet di Ponsel

Hampir setengah dari 11.2 juta penduduk di negara komunis ini memiliki telepon seluler (ponsel), namun tidak semua akan mampu menimati akses internet seluler.
Aprianto Cahyo Nugroho | 05 Desember 2018 11:11 WIB
Ilustrasi - Reuters/Edgar Su

Bisnis.com, JAKARTA – Warga Kuba akhirnya dapat menikmati akses internet melalui telepon seluler mereka secara bebas mulai hari Kamis (6/12/2018) setelah perusahaan telekomunikasi negara ETECSA merilis paket layanan internet pertama.

Hampir setengah dari 11.2 juta penduduk di negara komunis ini memiliki telepon seluler (ponsel), namun tidak semua akan mampu menikmati akses internet seluler.

Dilansir dari Reuters, para eksekutif ETECSA mengumumkan berbagai paket layanan yang berlaku selama 30 hari mulai dari US$7 dolar untuk 600 MB hingga 4 GB seharga US$30. Tanpa paket layanan, akses data 100 MB akan dikenakan biaya US$10.

Biaya tersebut jauh dari jangkauan banyak warga Kuba karena upah rata-rata negara sekitar US$30 per bulan, dan banyak orang bergantung pada pengiriman uang dari kerabat di luar negeri atau pekerjaan sampingan untuk mendapatkannya.

"Sudah waktunya ini menjadi kesempatan bagi warga Kuba juga," kata penduduk Havana, Joaquin Montiel, "Tetapi bagi beberapa orang, seperti saya, itu masih jauh dari terwujud."

Montiel mengatakan dia tidak akan mampu membeli ponsel dengan teknologi 3G dengan upah kurang dari US$20 per bulan sebagai salesman di sebuah perusahaan negara.

Kuba telah tertinggal jauh di belakang sebagian besar negara dalam hal akses internet, baik karena kurangnya pendapatan, embargo perdagangan AS, atau kekhawatiran tentang arus informasi.

Hingga 2013, internet sebagian besar hanya tersedia untuk umum di hotel-hotel wisata di pulau itu.

Namun pemerintah telah menjadikan peningkatan konektivitas prioritas sejak saat itu, dengan memperkenalkan cybercafe dan hotspot Wi-Fi di luar ruangan dan perlahan-lahan mulai menghubungkan internet di rumah-rumah.

"Ini merupakan hal yang baik untuk dapat terhubung ke internet dengan kenyamanan yang lebih besar," kata Guillermo Diaz, warga Kuba yang mengunjungi hotspot Wi-Fi di taman dekat rumahnya untuk melakukan videochat dengan keluarga yang tinggal Amerika Serikat.

Vice President ETECSA Tania Velázquez mengatakan perusahaan akan meluncurkan layanan selama beberapa hari untuk menghindari kemacetan jaringan yang terjadi selama uji coba mobile internet awal tahun ini.

Banyak warga Kuba mengeluh mereka tidak dapat menggunakan ponsel mereka untuk melakukan panggilan atau mengirim pesan teks selama uji coba tersebut.

"Kualitas layanan akan menjadi faktor kunci selama peluncuran mobile internet," kata Norges Rodriguez, salah satu editor YucaByte.

Velázquez mengumumkan bahwa akses ke aplikasi dan situs yang dikelola negara seperti Ecured, Wikipedia bahasa Kuba, akan jauh lebih murah daripada akses ke situs umum.

Presiden Miguel Diaz-Canel, yang menggantikan Raul Castro pada bulan April, telah memperjuangkan peningkatan konektivitas di negaranya, menggarisbawahi potensi internet untuk meningkatkan ekonomi dan memungkinkan Kuba mempertahankan revolusi daringnya dengan lebih baik.

Presiden Miguel membuka akun Twitter pada bulan Oktober dan banyak pejabat pemerintah telah mengikuti jejaknya.

Tag : internet
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top