Pembunuhan di Nduga karena KKSB Marah Kegiatannya Direkam?

Tragedi pembantaian terhadap 31 pekerja proyek jembatan PT Istaka Karya (Persero) di Distrik Yall, Kabupaten Nduga, Papua, diduga dipicu kemarahan orang-orang yang disebut aparat sebagai kelompok kriminal sipil bersenjata (KKSB) terhadap para pekerja. Mereka marah karena para pekerja merekam aktivitas kelompok tersebut di daerah tersebut.
Saeno | 05 Desember 2018 11:33 WIB
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Penyerangan yang berujung pembunuhan terhadap pekerja yang sedang membangun jembatan di wilayah Kabupaten Nduga, Papua menyebabkan sejumlah korban meninggal dunia. 

Tragedi pembantaian terhadap 31 pekerja proyek jembatan PT Istaka Karya (Persero) di Distrik Yall, Kabupaten Nduga, Papua, diduga dipicu kemarahan orang-orang yang disebut aparat sebagai kelompok kriminal sipil bersenjata (KKSB) terhadap para pekerja. Mereka marah karena para pekerja merekam aktivitas kelompok tersebut di daerah tersebut.

Harian Solopos menyebutkan kronologi peristiwa tersebut berdasarkan laporan awak TV One dari Jayapura yang ditayangkan live, Selasa (4/12/2018) petang. Disebutkan bahwa peristiwa itu bermula dari aktivitas kelompok bersenjata di dekat kawasan proyek jembatan, yaitu sekitar Kali Yigi, pada Sabtu (1/12/2018). Aktivitas kelompok bersenjata itu terlihat oleh para pekerja yang kemudian merekam momen tersebut.

Momen itu merupakan bagian dari peringatan hari yang mereka yakini sebagai HUT Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (OPM). Saat itu, ada pengibaran bendera bintang kejora yang merupakan simbol OPM.

Sadar aktivitas mereka direkam, anggota kelompok itu kemudian marah dan terjadi cekcok dengan para pekerja. Cekcok itu berujung penembakan yang menyebabkan 24 orang pekerja meninggal dunia di tempat.

Sementara itu, sejumlah pekerja lainnya melarikan diri ke rumah-rumah warga sekitar. Namun, kelompok bersenjata itu mengejar mereka dan kembali membunuh 7 orang sehingga total ada 31 orang yang meninggal dunia. Selain itu, masih ada 1 orang lainnya yang belum diketahui nasibnya. Sejauh ini belum ada konfirmasi dari pihak pemerintah tentang versi ini.

Sementara itu, berdasarkan data yang dihimpun Antara menyebutkan bahwa Pendeta Wilhelmus Kogoya, tokoh gereja di Distrik Yigi, telah melaporkan kasus pembunuhan di Kali Yigi dan Kali Aurak Distrik Yall Kabupaten Nduga yang menewaskan 24 tukang.

Dari laporan tersebut, terungkap dua pekerja melarikan diri dan selamat, dan kini berada di Distrik Mbua. Sementara itu, delapan lainnya di Distrik Yal diselamatkan keluarga Alimi Gwijangge yang menjabat Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Nduga dan dibawa ke Distrik Koroptak dalam keadaan selamat.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih Kolonel Inf M Aidi mengatakan prajurit TNI bersama Polri akan terus mengejar para pelaku penembak puluhan pekerja di Distrik Yall, Kabupaten Nduga, Papua.

"Yang jelas Kodam Cenderawasih tetap melaksanakan penindakan, kita akan cari, kejar sampai di mana pun mereka berada," katanya ketika dimintai konfirmasi dari Kota Jayapura, Papua, Selasa, dilansir Antara.

Menurut dia, personel TNI yang ada di pegunungan tengah Papua, terutama yang berada di Kabupaten Jayawijaya sudah pasti akan membantu personel Polri yang melakukan pengejaran terhadap para pelaku penembakan puluhan pekerja jembatan di Kali Yigi dan Kali Auruk, Kabupaten Nduga.

Sementara itu, Tempo.co menyebutkan bahwa Kepolisian Daerah Papua menyatakan, hingga Senin (3/12/2018), pukul 22.35 WIT sebanyak 24 orang yang tewas identitasnya diketahui. 

Delapan orang sempat menyelamatkan diri ke rumah seorang anggota DPRD. Namun, kedelapan orang itu dijemput oleh kelompok bersenjata.

 “Tujuh di antaranya dibunuh, satu orang kabur dan belum ditemukan,” kata Kepala bidang Humas Polda Papua Komisaris Besar Ahmad Musthofa Kamal, Selasa (4/12/2018).

Adapun kronologi pembunuhan pekerja proyek di jalan Trans Papua itu adalah sbb:

  1. Pada 30 November 2018 pukul 04.00, Pos Satgaspamrahwan 755/Yalet di Napua-Wamena mencatat sebuah mobil bermuatan solar milik PT Istaka Karya menuju Camp Istaka Karya di Distrik Yigi membawa lima pegawai dan tiba kembali di Wamena pada pukul 18.30
  2. Pada 1 Desember 2018 pukul 02.00, dua mobil menuju ke Camp Distrik Yigi, Nduga. Tiap mobil membawa 15 pekerja proyek PT Istaka Karya
  3. Pada 1 Desember 2018 malam, manajer proyek jembatan Habema- Mugi, Cahyo, ditelepon seseorang dari nomor yang biasa dipegang oleh koordinator lapangan pembangunan jembatan, Johni. "Namun, Cahyo tidak paham pembicaraan orang yang menelepon itu," kata Kamal. Johni sedang bekerja membangun jembatan di Kali Aurak - Yigi, Nduga. Monang Tobing, pegawai Bina Marga sempat saling berkirim pesan pendek dengan Johni pada 30 November 2018
  4. Pada 2 Desember 2018, pukul 20.00, satu mobil strada kembali lagi ke Wamena
  5. Pada 3 Desember 2018, satu mobil strada kembali dari Wamena ke Distrik Mbua, Kabupaten Nduga. 

"Satu mobil strada yang membawa 15 pekerja proyek dari PT Istaka Karya belum kembali ke Wamena," kata Kamal. 

Personel gabungan Polri dan TNI  bergerak dari Wamena menuju Distrik Yigi. Di kilometer 46, tim bertemu dengan salah satu mobil dari arah Distrik Bua dan menyampaikan agar tim segera kembali karena jalan diblokir kelompok bersenjata.

"Kami mengecek informasi mengenai pembunuhan itu," kata Kamal. 

Sumber : Solopos/Tempo/Antara

Tag : papua, penembakan
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top