Evakuasi Korban Penembakan Nduga, TNI Tambah Pasukan

TNI melalui Kodam XVII Cenderawasih menambah personel untuk evakuasi korban penembakan oleh kelompok kriminal sipil bersenjata di Nduga, Papua.
Newswire | 05 Desember 2018 09:30 WIB
Anggota TNI menyiapkan peti jenazah untuk korban penembakan Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKSB) di Kabupaten Nduga, di Kodim 1702 Jayawijaya, Wamena, Papua, Selasa (4/12/2018). - ANTARA/Marius Frisson Yewun

Bisnis.com, JAYAPURA - TNI melalui Kodam XVII Cenderawasih menambah personel untuk evakuasi korban penembakan oleh kelompok kriminal sipil bersenjata di Nduga, Papua. 

Kodam XVII Cenderawasih, Rabu (5/12/2018) pagi mengirim kembali satu kompi dari Yonif 751 VJS Sentani, untuk memperkuat personel gabungan yang sudah dikerahkan ke Nduga.

Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Joshua Sembiring kepada Antara, Rabu, mengatakan, prajurit TNI kini sudah berada di Wamena setelah diterbangkan dari Sentani menggunakan pesawat hercules.

Sebelumnya tercatat 169 personel gabungan TNI-Polri sudah dikerahkan ke Nduga untuk melakukan proses evakuasi terhadap para korban pembunuhan KKB yang menewaskan karyawan PT Istaka. Para korban sedang melakukan pembangunan jembatan yang berada di Distrik Yall.

Selain menggerahkan personel, proses evakuasi juga menggerahkan empat helikopter termasuk satu unit jenis MI dan Bolco, kata mantan Kasdam Siliwangi melalui telepon selularnya seraya mengatakan, saat ini proses evakuasi sedang dilakukan baik terhadap karyawan maupun anggota TNI yang menjadi korban.

Evakuasi diawali dari kawasan kali atau sungai kecil Yigi dan sekitar gunung Tabo, kata Mayjen TNI Sembiring.

Pangdam yang mengaku bersama Kapolda Papua Irjen Pol Martuani Sormin berada di Wamena mengatakan, faktor cuaca dan kondisi geografi yang menyulitkan proses evakuasi.

Proses evakuasi di kali Yigi dan sekitar gunung Tabo sedang dilakukan dan diharapkan tidak ada kendala berarti, karena selain dilakukan melalui darat juga melalui udara, kata Mayjen TNI Sembiring.

Data yang dihimpun Antara mengungkapkan karyawan PT.Istaka yang tercatat sebanyak 25 orang yang tersebar di kali Yigi, kali Kabunggame dan base camp di Yall.

Kelompok kriminal sipil  bersenjata (KKSB), Minggu (2/12) menyerang dan membunuh para pekerja yang sedang menggerjakan pembangunan jembatan. Dilaporkan 24 orang meninggal. Senin (3/12) sekitar pukul 18.30 WIT KKSB juga menyerang Pos TNI Mbua hingga menyebabkan satu prajurit tewas tertembak.

Sumber : Antara

Tag : papua, penembakan
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top