Presiden Jokowi: Pembangunan Jalan Trans Papua Jalan Terus

Presiden Joko Widodo menegaskan komitmennya untuk tetap melanjutkan pembangunan jalan Trans-Papua sepanjang 4.600 km, setelah adanya insiden penembakan pekerja konstruksi jembatan Kali Yigi dan Kali Aurak, Distrik Yigi, Papua.
Amanda Kusumawardhani | 05 Desember 2018 12:53 WIB
Presiden Joko Widodo meninjau Jalur Trans Papua menggunakan motor trail sejauh 7 km di ruas jalan Wamena-Habema, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Rabu (10/5). - Setpres

Kabar24.com, JAKARTA — Presiden Joko Widodo menegaskan komitmennya untuk tetap melanjutkan pembangunan jalan Trans-Papua sepanjang 4.600 km, setelah adanya insiden penembakan pekerja konstruksi jembatan Kali Yigi dan Kali Aurak, Distrik Yigi, Papua.

Hal tersebut diungkapkan Presiden Jokowi saat memberikan keterangan resminya di Istana Merdeka, Rabu (5/12/2018).

Menurutnya, insiden penembakan tersebut justru memacu tekad pemerintah untuk melanjutkan tugas besar kita membangun tanah Papua.

"Tadi juga saya sampaikan kepada Menteri PU, pembangunan jalan di Wamena-Mamugu tetap diteruskan, Trans-Papua sepanjang 4.600 km harus segera diselesaikan," katanya.

Jokowi melanjutkan, proyek pembangunan jalan tersebut akan menghubungkan Wamena ke Mamugu tapi untuk menembusnya dibutuhkan pembangunan 35 jembatan.

"Artinya PU jalan terus untuk membangun tanah Papua atau mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," ujarnya.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Pekerjaan Rakyat (PUPR) mencatat sebanyak 17 pekerja tewas ditembak oleh kelompok bersenjata, 4 lainnya melarikan diri, dan 4 pekerja sudah dievakuasi.

Pekerja-pekerja konstruksi yang terbunuh tersebut diketahui tengah mengerjakan proyek jembatan di Kali Yigi (Km 102+525) dan Kali Aurak (Km 103+975). Lokasi ini terletak di ruas jalan yang menghubungkan Wamena - Habema - Nugi - Kenyam- Batas Batu- Mumugu.

Secara keseluruhan ada jembatan dengan panjang bentang beragam di ruas sepanjang 278 kilometer tersebut. Dari jumlah jembatan tersebut, 14 jembatan dikerjakan oleh Istaka Karya sedangkan 21 lainnya digarap oleh PT Brantas Abipraya (Persero).

Tag : jokowi, papua
Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top