Akibat Unjuk Rasa, Hotel Sekitar Champs-Elysees Rugi Besar

Selama lebih dari satu minggu, pengunjuk rasa rompi kuning telah memblokir jalan-jalan di Prancis dan menghalangi akses ke beberapa pusat pengisian bahan bakar, pusat perbelanjaan dan pabrik. Mereka memprotes kenaikan pajak bahan bakar yang disebut mengikis daya beli mereka.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 04 Desember 2018  |  10:37 WIB
Akibat Unjuk Rasa, Hotel Sekitar Champs-Elysees Rugi Besar
Polisi Prancis melontarkan gas air mata saat menghadapi aksi unjuk rasa memprotest kenaikan harga BBM, di Champs-Elysee, Paris, 24 November 2018. - REUTERS/Benoit Tessier

Bisnis.com, JAKARTA--Aksi unjuk rasa berujung kerusuhan pada Sabtu (1/12/2018) di Paris merugikan industri perhotelah di kawasan Champs-Elysees sebesar US$11,4 juta (sekitar Rp163 miliar). Demikian disampaikan perusahaan riset MKG.

Sementara itu para demonstran telah menyerukan bakal menggelar aksi serupa pada Sabtu (8/12/2018). Jika benar terjadi, maka kerugian tersebut bakal terus bertambah. MKG menyatakan bahwa kerugian hotel sebagian besar berasal dari pembatalan pemesanan yang dilakukan tamu.

Selama lebih dari satu minggu, pengunjuk rasa rompi kuning telah memblokir jalan-jalan di Prancis dan menghalangi akses ke beberapa pusat pengisian bahan bakar, pusat perbelanjaan dan pabrik. Mereka memprotes kenaikan pajak bahan bakar yang disebut mengikis daya beli mereka.

"Gambar-gambar yang menunjukkan adegan kerusuhan di jalan paling indah di dunia dan disiarkan di seluruh dunia membuat banyak turis yang berencana datang ke Paris pada bulan Desember membatalkan perjalanan mereka," menurut MKG sebagaimana dikutip CNN.com, Selasa (4/12/2018).

"Sebagian besar hotel mencatat pembatalan untuk setidaknya satu hari pada Desember, atau kekurangan pendapatan hingga 20%," tambah pihak MKG.

Sebagian besar pembatalan berupa pemesanan untuk akhir pekan dan pemesanan untuk libur Tahun Baru di Paris.

Secara terpisah, serikat GNI--yang mewakili industri hotel, kafe dan restoran, memperkirakan bahwa pendapatan sektor mereka turun 40%-50% pada akhir pekan lalu, jika dibandingkan dengan pendapatan tahunan selama ini.

Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire mengatakan pada awal pekan ini bahwa protes akan memiliki "dampak yang parah" terhadap ekonomi, meskipun terlalu dini untuk mengukur dampaknya.

MKG mengatakan sebelum kerusuhan Champs-Elysees, para pelaku bisnis perhotelan di kawasan Paris mencatat tingkat hunian kembali naik dan bahkan melebihi tingkat kenaikan pada tahun 2014.

Jumlah turis menurun setelah serangan teroris di Prancis pada tahun 2015 dan 2016 yang menewaskan lebih dari 200 orang, namun sejak itu turis berbondong-bondong kembali.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
prancis

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top