Kemlu Sesalkan Cuitan Dubes Arab Saudi

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyampaikan penyesalan atas cuitan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah al-Shuaibi yang diunggah pada Minggu (2/12/2018). Dalam cuitan yang telah dihapus tersebut, Osama sempat menyinggung organisasi keagamaan Indonesia terkait kasus pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid.
Iim Fathimah Timorria | 04 Desember 2018 09:41 WIB
Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi memberikan keterangan pers tentang kunjungan Raja Salman ke Indonesia di Kedubes Arab Saudi, Jakarta, Selasa (28/2). - Antara/Hafidz Mubarak A.

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyampaikan penyesalan atas cuitan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah al-Shuaibi yang diunggah pada Minggu (2/12/2018). Dalam cuitan yang telah dihapus tersebut, Osama sempat menyinggung organisasi keagamaan Indonesia terkait kasus pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid.

Kemlu mengemukakan bahwa pihaknya telah mengetahui cuitan tersebut di hari yang sama saat cuitan diunggah dan berkomunikasi dengan Dubes Arab Saudi.

"Sebelum surat protes dari GP [Gerakan Pemuda] Ansor dan NU [Nahdlatul Ulama] keluar pada hari Senin, Kemlu telah mengetahui cuitan Dubes Arab Saudi di sosmed dan berkomunikasi dengannya," kata Juru Bicara Kemlu Arrmanatha Nasir saat dihubungi Bisnis pada Selasa (4/12/2018).

Berhubung Dubes Osama sedang berada di luar negeri, Kemlu kemudian memanggil Wakil Dubes/Kuasa Usaha Sementara secara resmi pada Senin (3/12/2018).

Selain menyampaikan penyesalan, pihak Kemlu menyebut substansi pernyataan Dubes Saudi tidak tepat. "Kami menilai penyampaian pernyataan seperti yang diunggah di sosmed Dubes Saudi tidak sesuai dengan prinsip hubungan diplomatik," lanjut Arrmanatha.

Lebih lanjut, Arrmanatha juga menyebut bahwa protes tersebut telah diterima oleh pihak Kedubes Arab Saudi dan akan disampaikan ke pusat.

Senin kemarin, cuitan Osama yang menyinggung peristiwa pembakaran bendera tauhid pada Oktober lalu juga menuai protes dari GP Ansor. Dalam surat yang ditujukan ke Kemlu, GP Ansor meminta Dubes Saudi memberikan klarifikasi karena telah menyebut organisasinya sebagai organisasi yang menyimpang secara akidah.

Selain Kemenlu, PB Nahdlatul Ulama‏ juga langsung merespons cuitan Dubes Saudi tersebut dengan merilis pernyataan sikap resmi.

Tag : arab saudi, kemenlu
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top