Negara G20 Sepakati Teks Komunike Akhir. Tak Ada Kata Proteksionisme

Teks akhir komunike mengakui perdagangan sebagai alat utama pertumbuhan global di tengah isu perdagangan yang terjadi dan mengakui perlunya reformasi pada sistem perdagangan internasional.
Iim Fathimah Timorria | 02 Desember 2018 12:45 WIB
Para pemimpin negara-negara G20 berfoto bersama di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Buenos Aires, Argentina, Jumat (30/11/2018). - Reuters/Marcos Brindicci

Bisnis.com, JAKARTA - Para pemimpin negara G20 berhasil mengeluarkan komunike bersama usai KTT G20 di Buenos Aires yang berlangsung pada 30 November hingga 1 Desember 2018.

Teks akhir komunike mengakui perdagangan sebagai alat utama pertumbuhan global di tengah isu perdagangan yang terjadi dan mengakui perlunya reformasi pada sistem perdagangan internasional.

"Perdagangan internasional dan investasi adalah mesin utama pertumbuhan global, produktivitas, inovasi, penciptaan lapangan kerja dan pembangunan,' demikian bunyi komunike tersebut seperti dilansir The Guardian.

"Kami mengakui kontribusi sistem perdagangan internasional untuk mencapai tujuan tersebut. Sistem saat ini tidak mencapai sasaran dan memerlukan perbaikan," demikian tertulis dalam komunike.

Kata 'proteksionisme' tidak dicantumkan menyusul kemenangan delegasi AS yang tidak ingin ada penyebutan kata tersebut dalam komunike.

Desakan Amerika Serikat untuk tidak mencantumkan istilah 'proteksionisme' berangkat dari sengketa dagang negara tersebut dengan China.

Washington selama ini menuduh Beijing tidak berlaku adil dalam perdagangan yang mengakibatkan neraca dagang AS mengalami defisit.

Sementara itu, China menyebut AS sebagai negara proteksionis karena memberlakukan tarif impor terhadap barang China.

Washington telah memberlakukan tarif terhadap impor baja dan alumunium asal China tahun ini. Menyusul hal tersebut, sejumlah negara telah mengajukan penyelesaian sengketa ke WTO.

AS bahkan secara terang-terangan menyebut WTO tidak bisa menjalankan tugas karena membiarkan China tidak membuka perekonomian sejak negara itu bergabung pada 2001.

Demikian pula negara Uni Eropa yang mengharapkan perubahan terhadap cara kerja WTO.

Dilansir Reuters, tercapainya komunike ini membawa kelegaan pada para delegasi setelah sebelumnya terlibat dalam perundingan alot untuk mengatasi perbedaan mengenai isu perubahan iklim.

Delegasi G20 menyebutkan proses negosisasi pernyataan bersama kali ini berjalan lebih mulus dibanding KTT APEC yang berlangsung dua minggu sebelumnya dan berakhir tanpa komunike.

Delegasi asal negara Eropa memaparkan bahwa segala pernyataan yang berkaitan dengan pengungsi dan migrasi harus dieliminasi demi mencapai konsesus. Sebagaimana diketahui, dua hal tersebut adalah isu sensitif bagi pemerintahan Donald Trump.

Dalam hal perubahan iklim, AS tetap tegas menarik diri dari Perjanjian Paris dan tetap akan menggunakan segala jenis sumber energi.

Sementara itu, negara G20 lain tetap melanjutkan komitmen mereka dalam menangkal dampak perubahan iklim.

Sumber : The Guardian/Reuters

Tag : g20
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top