85.000 Anak Mati Kelaparan Akibat Konflik Yaman

85.000 anak di bawah lima tahun diperkirakan tewas didera kelaparan di Yaman sejak koalisi yang dipimpin Arab Saudi terlibat konflik di negara tersebut pada 2015.
Iim Fathimah Timorria | 22 November 2018 09:45 WIB
Ilustrasi gizi buruk - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - 85.000 anak di bawah lima tahun diperkirakan tewas didera kelaparan di Yaman sejak koalisi yang dipimpin Arab Saudi terlibat konflik di negara tersebut pada 2015.

Save the Children melalui laporan berdasarkan data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut sekitar 84.700 anak yang menderita mala-nutrisi sepanjang April 2015 hingga Oktober 2018 diperkirakan telah tewas.

"Kami terkejut dengan fakta bahwa 85.000 anak di Yaman tewas karena bencana kelaparan parah sejak perang dimulai. Setiap anak yang tewas oleh bom dan peluru, puluhan lainnya sekarat karena kelaparan dan penyakir dan semua ini bisa dicegah," kata Save the Children dalam pernyataannya dikutip dari Reuters pada Rabu (21/11/2018).

Konflik di Yaman pecah pada tahun 2015 ketika koalisi yang dipimpin Arab Saudi mengintervensi perang pemerintah Yaman melawan kelompok pemberontak Houthi yang didukung Iran.

Sejak menduduki daerah pelabuhan Aden pada 2015, koalisi Arab Saudi beralih fokus ke kota pelabuhan Hodeidah untuk memblokir pasokan bagi Houthi. Padahal, 70% makanan dan bantuan kemanusiaan dipasok melalui pelabuhan tersebut.

Aksi pemblokiran yang dilakukan koalisi Arab Saudi juga berdampak pada penurunan impor pangan yang mencapai 55 ribu ton per bulannya, jumlah tersebut cukup untuk menghidupi penduduk 4,4 juta penduduk Yaman yang 2,2 juta di antaranya adalah anak-anak.

Komunitas internasional terus menekan kedua pihak untuk melakukan gencatan senjata dan melakukan usaha perdamaian guna mengakhiri konflik berdarah tersebut. Konflik di Yaman mengakibatkan krisis kemanusiaan dengan 8,4 juta orang dipercaya menderita kelaparan.

Tag : hari anak nasonal
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top