KABAR GLOBAL 19 NOVEMBER: Aturan Batasan FDI di UE Segera Rampung, Tekanan Bitcoin Masih Bisa Berlanjut

Sejumlah berita menjadi berita utama media massa hari ini, Senin (19/11/2018), di antaranya mengenai aturan batasan investasi asing di Uni Eropa serta berlanjutnya tekanan harga Bitcoin.
Aprianto Cahyo Nugroho | 19 November 2018 08:35 WIB
Bitcoin turun - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah berita internasional menjadi berita utama media massa hari ini, Senin (19/11/2018), di antaranya mengenai aturan batasan investasi asing di Uni Eropa serta berlanjutnya tekanan harga Bitcoin.

Berikut ringkasan topik utama di sejumlah media nasional:

Aturan Batasan FDI di UE Segera Rampung.  Uni Eropa semakin dekat untuk merampungkan aturan yang dapat menghalangi masuknya investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) ke kawasan Benua Biru. (Bisnis Indonesia)

Tekanan Bitcoin Masih Bisa Berlanjut. Setelah menanggung predikat sebagai salah satu aset digital dengan minat terbesar dalam beberapa bulan belakangan, Bitcoin saat ini justru kembali membawa kekhawatiran pada publik setelah mengalami aksi jual terbesar sejak Agustus 2017. (Bisnis Indonesia)

Pelemahan Dolar AS Picu Kenaikan Harga Emas. Harga emas kembali berkilau dengan menguat hingga hampir 1% setelah dolar Amerika Serikat tercatat melemah lantaran Federal Reserve AS memberikan komentar bernada khawatir akan outlook kenaikan suku bunga selanjutnya. (Bisnis Indonesia)

AS Kembali Ancam China Soal Tarif. Amerika Serikat (AS) tidak akan mundur dari perselisihan dagangnya dengan Cina. Terbaru, Wakil Presiden AS Mike Pence menyatakan, ada kemungkinan, AS akan melipatgandakan tarifnya, kecuali Beijing tunduk pada tuntutan AS. (Kontan)

Demo Pajak Bahan Bakar. Ribuan massa melakukan aksi unjuk rasa di Paris pada Sabtu (18/11). Aksi massa yang memblokade jalanan di Paris ini dilakukan sebagai wujud kecaman warga atas kebijakan ekonomi Presiden Emmanuel Macron yang menaikkan pajak bahan bakar. (Kontan)

Bunga Negatif Swiss. Kebijakan bunga negatif (negative rates) yang diberlakukan Bank Sentral Swiss dikombinasikan dengan kemampuan bank sentral untuk campur tangan di pasar uang bila diperlukan diprediksi mampu meredam risiko global seperti efek dari British Exit (Brexit). (Kontan)

Tag : kabar global
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top