Presiden Iran: Sanksi Ekonomi Amerika Serikat Tidak Berdampak

Presiden Iran Hassan Rouhani menyebutkan sanksi ekonomi baru yang diberikan Amerika Serikat tidak berpengaruh terhadap perekonomian negara republik Islam itu.
Iim Fathimah Timorria | 11 November 2018 00:57 WIB
Presiden Iran Hassan Rouhani (kanan) dan Presiden AS Donald Trump - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Iran Hassan Rouhani menyebutkan sanksi ekonomi baru yang diberikan Amerika Serikat tidak berpengaruh terhadap perekonomian negara republik Islam itu.

Washington telah memberlakukan sanksi ekonomi baru sebagai kelanjutan usaha untuk menghentikan pogram nuklir dan misil yang dikembangkan oleh Teheran.

Sanksi itu juga dimaksudkan untuk meghalangi dukungan Iran terhadap sejumlah kelompok yang terlibat konflik di Yaman, Lebanon, Suriah, dan negara Timur Tengah lainnya.

"Sanksi-sanksi itu tidak berdampak pada perekonomian kita karena Amerika telah menggunakan semua senjata yang mereka punya dan tidak ada senjata baru untuk melawan kita," kata Rouhani pada Sabtu (10/11/2018).

"Mereka baru saja mengeluarkan daftar panjang bank dan cabang mereka... dan maskapai penerbangan dan pesawat mereka. Hal ini menunjukkan mereka hanya menyasar psikologis bangsa Iran," lanjut Rouhani.

Gelombang sanksi ekonomi AS dimulai Agustus 2018 setelah pemerintahan Donald Trump memutuskan menarik diri dari perjanjian nuklir pada Mei. Trump menilai kesepakatan yang dibuat pada masa Presiden Barack Obama itu lemah dan hanya menguntungkan Teheran.

Sanksi yang diberikan sejak Agustus menyasar industri otomotif dan penerbangan Iran. Sementara itu, sanksi 5 November menargetkan sektor minyak dan gas Iran, serta perbankan. Oleh Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, gelombang kedua sanksi ini bertujuan untuk memangkas ekspor minyak Iran menjadi nol.

Meski demikian, AS menyatakan mereka tetap akan mempersilakan delapan negara mengimpor minyak dari Iran untuk sementara, termasuk China dan India.

“Sekarang semakin jelas Amerika tidak bisa memotong ekspor minyak Iran sampai nol," tambah Rouhani usai melakukan pertemuan mingguan dengan kepala badan legislatif dan yudikatif.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
iran, amerika serikat

Sumber : Reuters
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top