Spekulasi Soal Operasi Intelijen Terhadap Habib Rizieq Bisa Bikin Gaduh

Pernyataan soal adanya operasi intelijen dalam kasus Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab  di Arab Saudi dinilai sebagai hal fatal yang tak berdasar dan berpotensi membuat kegaduhan baru.
John Andhi Oktaveri | 09 November 2018 15:13 WIB
Habib Rizieq Shihab saat meminta pihak berwenang segera menarik lembaran uang baru yang disebutnya memberi persepsi adanya logo palu arit. - Bisnis.com/Juli Etha

Bisnis.com, JAKARTA--Pernyataan soal adanya operasi intelijen dalam kasus Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab  di Arab Saudi dinilai sebagai hal fatal yang tak berdasar dan berpotensi membuat kegaduhan baru.

Demikian dikemukana Ketua Fraksi PPP di MPR Arwani Thomafi terkait spekulasi atas peristiwa yang menimpa Habib Rizieq di Mekkah yang dikaitkan dengan pemerintah Indonesia.

Menurut Arwani spekulasi tersebut justru membuat kegaduhan baru di Tanah Air pascapenyelidikan terhadap Rizieq di Arab Saudi.

Menurutnya, relasi Pemerintah RI dan Kerajaan Arab Saudi telah berjalan cukup lama. Dalam perkembangan mutakhir hubungan itu makin harmoni dan saling menghormati satu dengan lainnya.

Apalagi, ujar dia, pemerintah Indonesia melalui Kemenlu dan Kedutaan Besar Indonesia di Arab Saudi aktif melakukan pemantauan dan pendampingan atas peristiwa yang menimpa HRS.

"Janganlah dirusak oleh pernyataan yang hanya berpijak pada halusinasi tak berdasar," ujarnya.

Sebelumnya Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Capres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Ferry Juliantono meminta pemerintah Indonesia mengungkap aktor di balik penangkapan Habib Rizieq.

Pasalnya, sebelum ditangkap di rumah yang dihuni Rizieq Shihab terdapat bendera hitam bertuliskan kalimat tauhid yang diduga bendera organisasi terlarang di Arab Saudi, ujarnya.

"Ini kan bendera yang ditempel tiba-tiba, sedangkan Habib Rizieq tinggal di rumah itu bukan baru kemarin. Pemerintah harus ungkap siapa aktor intelektual di balik penangkapan Habib di Makkah," kata Ferry kepada wartawan.

Menurut Ferry, hal tersebut dilakukan dengan sengaja oleh pihak-pihak yang ingin menghancurkan nama baik Habib Rizieq.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini juga mengatakan, cara-cara tersebut tidak mempan karena Rizieq akhirnya dibebaskan oleh kepolisian setempat.

"Jelas ini dilakukan oleh aktor intelek dengan sengaja, tapi tidak bisa," katanya.

Tag : arab saudi, habib rizieq
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top