Yusril Jadi Lawyer Jokowi-Ma’ruf Amin, tapi Arah Politik PBB Tunggu Rakornas

Arah dukungan kader Partai Bulan Bintang (PBB) hingga kini masih sulit untuk ditebak setelah Ketua Umum Yusril Ihza Mahendra memilih menjadi pengacara pasangan Capres Jokowi-Ma’ruf Amin.
John Andhi Oktaveri | 09 November 2018 10:14 WIB
Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra (kedua kanan) dicium oleh Ketua Mahkamah Partai M Yasin Ardhy (kedua kiri) usai sidang ajudikasi antara PBB dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Gedung Bawaslu, Jakarta, Minggu (4/3). Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memutuskan Partai Bulan Bintang sah sebagai peserta Pemilu 2019. ANTARA FOTO - Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA—Arah dukungan kader Partai Bulan Bintang (PBB) hingga kini masih sulit untuk ditebak setelah Ketua Umum Yusril Ihza Mahendra memilih menjadi pengacara pasangan Capres Jokowi-Ma’ruf Amin.

Meski Sekjen PBB, Afriansyah Ferry Noor mengatakan bahwa keputusan soal dukungan masih ditentukan pada Rakornas PBB pada awal Desember 2018, berbagai dinamika bisa saja terjadi terkait dukungan kader dan simpatisan partai itu pada Pilpres 2019.

Memang, Rakornas bertujuan untuk mendengarkan aspirasi DPC, DPW dan arah PBB dalam perpolitikan nasional.

“Arah politik PBB pada pilpres 2019 akan ditentukan dalam rapat kerja nasional (Rakornas),” ujar Ketua Bidang Pemenangan Presiden DPP PBB, Sukmo Harsono, Jumat (9/11/2018).

Menurutnya, keputusan Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra yang menerima tawaran menjadi pengacara Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019 tidak otomatis menjadikan partai berlambang bulan dan bintang itu akan merapat ke Jokowi-Ma'ruf Amin.

Dia juga mengaku belum tahu, seberapa pengaruhnya pasca ditujuknya Yusril sebagai tim hukum calon presiden nomor urut 01 itu. 

Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Adi Prayitno menilai pada Pilpres 2019 suara akar rumput tidak serta merta akan mengikuti elite partai.

Pasalnya, kata dia, saat ini banyak akar rumput berpikir rasional dalam menentukan pilihan politik. Adi mencontohkan seperti suara arus bawah PBB yang sudah mendeklarasikan diri tidak akan mengikuti jejak sang ketua umum.

"Pemilih PBB sepertinya akan susah ikuti Yusril karena mereka sejak awal ingin ganti presiden," kata Adi. 

Dalam politik kekinian, yang terpenting bagaimana suasana batin para akar rumput bisa didengar dengan bijak. Dengan demikian masih sulit untuk menabak arah dukunan politik partai tersebut.

Tag : Pilpres 2019
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top