Tampil dengan Pangeran Mohammed, Raja Salman Beri Dukungan di Tengah Kasus Khashoggi

Raja Salman menunjukkan dukungan untuk putera mahkota Pangeran Mohammed bin Salman dalam sebuah lawatan domestik di tengah krisis Khashoggi yang diduga melibatkan sang penerus tahta.
Iim Fathimah Timorria | 08 November 2018 09:08 WIB
Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman menerima keluarga Jamal Khashoggi di Riyadh - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Raja Salman menunjukkan dukungan untuk putera mahkota Pangeran Mohammed bin Salman dalam sebuah lawatan domestik di tengah krisis Khashoggi yang diduga melibatkan sang penerus tahta.

Dilansir Reuters, kedua anggota keluarga kerajaan tersebut mengunjungi daerah Qassim pada Selasa (6/11/2018). Jalanan di daerah itu dipenuhi bendera kenegaraan Saudi dan hiasan bergambar raja dan puteranya. Kunjungan mereka mendapat sambutan dari otoritas setempat.

Media Saudi memberitakan Raja Salman melakukan peresmian suatu proyek senilai US$1,12 miliar dalam kunjungan tersebut. Ia juga memerintahkan pembebasan sejumlah tahanan dari penjara penghutang di daerah itu.

Kunjungan ini merupakan penampilan publik terbaru dari Raja Salman. Keikutsertaan Pangeran Mohammed dianggap sebagai bentuk dukungan menyusul reputasi penerus tahta yang menurun sejak kasus pembunuhan Khashoggi di konsulat Saudi di Istanbul mencuat sebulan belakangan.

“Ada banyak ketegangan, ketakutan, dan kekhawatiran di antara orang Saudi akibat dari skandal Khashoggi. Jadi perjalanan ini memberi keyakinan ke berbagai daerah bahwa raja masih di posisinya dan dia adalah penguasa tertinggi,” kata Madawi al-Rasheed, kritikus kerjaaan Saudi yang berbasis di London.

Pengamat kawasan Teluk Greg Gause dari Universitas Texas A&M menilai kunjungan Raja Salman dan Pangeran Mohammed tidak mengindikasikan bahwa keluarga kerajaan berada di posisi yang jelas. Kunjungan tersebut hanya menunjukkan keyakinan Raja Salman bahwa kondisi kerajaan baik-baik saja saat ini.

Sementara itu, diplomat senior Arab menilai kunjungan bersama Raja Salman dan Pangeran Mohammed ke Qassim merupakan sinyal bahwa Raja tidak mempertimbangkan mengangkat pangeran lain sebagai putera mahkota.

“Mohammed bin Salman tidak akan kemana-mana. Keluarga kerajaan telah melakukan pertemuan dan akan bersatu mendukungnya," kata diplomat tersebut sebagaimana diberitakan Reuters pada Rabu (7/11/2018).

Pihak berwenang Turki menuding pembunuhan Khashoggi dilakukan atas perintah Pangeran Mohammed. Hal ini disangkal pihak kerajaan. Pembunuhan Khashoggi, kata mereka, adalah kesalahan pelaksanaan prosedur dan para agen yang terlibat telah ditangkap dan akan diadili.

Guna meredam situasi, Raja Salman melibatkan diri dengan mengirim asisten terpercaya ke Turki. Ia juga memerintahkan pemecatan lima pejabat senior Saudi, termasuk penasehat terpercaya Pangeran Mohammed. Raja juga sempat memerintahkan Pangeran Mohammed untuk merestrukturisasi intelijen. Langkah ini ditujukan untuk mengatasi masalah Khashoggi sekaligus menjadi indikasi bahwa posisi putera mahkota "tak tersentuh".

Sementara itu, Pangeran Mohammed akhirnya kembali ke panggung publik usai berminggu-minggu membatasi pergerakannya. Komentarnya terhadap kasus Khashoggi hanya muncul sekali pada 25 Oktober lalu. Dalam penrnyataannya, ia mengatakan proses penegakan hukum akan berlangsung adil dan menjamin pihak yang terlibat akan diganjar sesuai perbuatan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
arab saudi, Jamal Khashoggi

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top