Dimotori Para Purnawiran Jenderal TNI, Inilah Sejarah Bravo-5 Pendukung Jokowi 

Bravo-5 dibentuk pada 2013 saat menghadapi pemilu presiden 2014. Misinya adalah untuk membangun situasi yang lebih kondusif bagi pemilu dan pemilihan presiden pada saat itu. 
Jaffry Prabu Prakoso | 08 November 2018 21:13 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan - Bisnis/Jaffry Prabu Prakoso

Bisnis.com, JAKARTA – Pemilihan presiden 2019 ibarat nostalgia petarungan antara Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Di balik kemenangan Jokowi sebagai presiden, ada kelompok yang memiliki peran cukup penting.

Kelompok itu bernama Tim Bravo-5. Sang Ketua Jenderal (Purn) Fachrul Razi membeberkan tujuan tim ini berdiri.

Bravo-5 dibentuk pada 2013 saat menghadapi pemilu presiden 2014. Misinya adalah untuk membangun situasi yang lebih kondusif bagi pemilu dan pemilihan presiden pada saat itu. 

“Kenapa? Waktu itu kan tetap ada dua calon seperti sekarang ini. Ada Pak Jokowi yang non-TNI, ada pak Prabowo yang TNI atau mantan TNI. Kalau Bravo-5 tidak muncul yang nyata-nyata mendukung Pak Jokowi, akan gampang dicitrakan bahwa keluarga besar TNI ada di belakang Prabowo Subianto,” katanya di Jakarta, Kamis (8/11/2018).

Fachrul menjelaskan begitu Bravo-5 hadir yang digagas Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan bersama para purnawirawan, semua orang melihat ternyata keluarga dan Purnawirawan TNI kebanyakan tidak berada di belakang Prabowo. 

“Sehingga dengan demikian orang akan lebih bebas memilih, situasi demokrasi akan lebih kondusif. Itu yang kami inginkan,” jelasnya.

Ketika banyak orang bertanya mengapa sebagai pensiunan jenderal tidak mendukung satu almamater juga, Fachrul dengan tegas menyebut dirinya tetap memiliki jiwa korsa.

Hal itu tidak akan pernah hilang hingga akhir hayat. Namun, ujarnya, ketika dihadapkan dengan kepentingan Indonesia, jiwa korsa ini harus disisihkan.

“Artinya, pada saat kita berhadapan dengan persoalan bangsa, memilih pemimpin bangsa, maka kita pilih yang terbaik tanpa mempersoalkan dia mantan TNI atau bukan TNI dan Jokowi adalah yang terbaik,” ungkap Fachrul.

Setelah tiga tahun Jokowi menjabat, Bravo-5 melihat evaluasinya sangat luar biasa dan di luar ekspektasi orang banyak.

Ini dibuktikan dengan apresiasi dari pengamat dan pejabat negara lain. Di sisi lain, Jokowi tidak pernah berubah dan selalu bersahaja.

“Oleh karena itu, kita sudah pantas mendukung Joko Widodo yang sekarang berpasangan dengan Pak Maruf Amin untuk menjadi presiden mendatang,” tuturnya. 

Tag : jokowi, Luhut Pandjaitan, Pilpres 2019
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top