Pemilu Paruh Waktu AS, Demokrat Rebut Kendali Kongres

Partai Demokrat merebut kendali kursi di Kongres dalam pemilihan paruh waktu yang merupakan pukulan keras untuk Presiden Donald Trump menjelang dua tahun kepemimpinannya yang penuh kejutan.
John Andhi Oktaveri | 07 November 2018 13:19 WIB
Kongres AS.

Bisnis.com, JAKARTA - Partai Demokrat merebut kendali kursi di Kongres dalam pemilihan paruh waktu yang merupakan pukulan keras untuk Presiden Donald Trump menjelang dua tahun kepemimpinannya yang penuh kejutan.

Jaringan televisi Fox dan NBC melaporkan kalau Kongres dikuasai Demokrat, harapan bahwa Partai Republik akan mempertahankan kendali di Senat tetap terbuka. Dengan kondisi demikian akan terjadi keseimbangan kekuasan setelah Trump menikmati perjalanan mudah dari dominasi Partai Republik pada Pemilu 2016.

Partai Demokrat sekarang akan dapat menolak produk undang-undang sehingga menyulitkan Trump dalam penyelidikan keuangannya yang tidak menentu selain soal campur tangan Rusia dalam pemilu 2016 yang membuka jalan bagi pemakzulan dirinya.

Presiden Trump menyebut pemilihan Kongres jangka menengah sebagai "sukses luar biasa", kendati Partai Republik kehilangan kendali atas Dewan Perwakilan Rakyat tersebut.

"Keberhasilan luar biasa malam ini," tulis presiden di akun Twitter miliknya sebagaimana dikutip ChannelNwsAsia.com, Rabu (7/11). 

Akan tetapi raihan kursi di DPR dan Senat belum semuanya selesai karena penghitungan suara terus berlanjut di seluruh negeri dan beberapa negara masih memilih dalam pemilihan anggota Kongres. Prediksi pihak Demokrat dengan apa yang disebutnya "gelombang biru" DPR masih prematur. 

Trump menyaksikan hasil tersebut dari Gedung Putih bersama teman dan keluarga. Pada pemilu paruh waktu kali ini warga AS memberikan suara dengan antusias. Antre panjang dengan cepat terbentuk di tempat pemungutan suara dari New York ke California dan dari Missouri ke Georgia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Donald Trump

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top