Ini Analisis Gempa Bumi di Mamasa

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan  analisis terjadinya gempabumi di Mamasa Sulawesi Barat.  
Anitana Widya Puspa | 07 November 2018 06:00 WIB
Ilustrasi gempa - pixabay.com

Bisnis.com, JAKARTA-- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan  analisis terjadinya gempabumi di Mamasa Sulawesi Barat.  

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari BMKG, Jakarta, dan GFZ serta analisis Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi,Gempa bumi terjadi pada hari Selasa, 6 November  2018, pukul 01:35;53 WIB. Berdasarkan informasi dari BMKG, pusat gempa bumi terletak pada koordinat 119.44° BT dan 2.93° LS, dengan magnitudo 5,5 pada kedalaman 10 km, berjarak 12 km Mamasa, Sulawesi Barat atau 37 km Baratlaut Tana Toraja Sulawesi Tengah. 

Berdasarkan informasidari GFZ berkekuatan 5,2 MW, kedalaman 10 km, berlokasi di 119,43 BT - 2,88 LS terjadi pada jam  18 :35:55

Adapun kondisi geologi daerah terdekat pusat gempa bumiWilayah yang berdekatan dengan pusat gempa bumi  tersusun oleh batuan sedimen dan batuan malihan (batuan metamorf) berumur Pra Tersier yang membentuk lajur sesar dengan lereng curam dan kebanyakan lapuk. Batuan yang lapuk, urai, lepas, dan belum kompak (unconsolidated) dapat bersifat memperkuat guncangan gempa bumi.

Berdasarkan lokasi pusat gempa bumi dan kedalamannya, gempa bumi diperkirakan berasosiasi dengan aktivitas Sesar aktif di daerah tersebut yang relatif berarah barat laut - tenggara.

Hingga tanggapan ini dibuat, belum ada informasi kerusakan yang diakibatkan gempa bumi ini. Gempa bumi ini tidak menyebabkan Tsunami, karena gempa bumi berpusat 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gempa

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top