Cara Pidato Prabowo Lebih Oke Ketimbang Jokowi di Mata Milenial

Hasil survei Populi Center menyatakan Prabowo menarik perhatian milenial usia dibawah 34 tahun terkait gaya berpidato.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 06 November 2018 18:25 WIB
Calon Presiden nomer urut 02 Prabowo Subianto menyampaikan pidato saat mengunjungi Pondok Pesantren Darul Qur'an Salafiyah di Demakijo, Karangnongko, Klaten, Jawa Tengah, Selasa (30/10/2018). - ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho

Bisnis.com, JAKARTA -- Hasil survei Populi Center menyatakan Prabowo menarik perhatian milenial usia dibawah 34 tahun terkait gaya berpidato.

Dikutip dari rilis Populi Center yang diterima Bisnis.com, pada Selasa (6/11/2018), milenial mengapresiasi cara berpidato Joko Widodo mencapai 42,8%.

Angka milenial yang mengapresiasi gaya Prabowo Subianto berpidato mencapai 43,2%. Perbedaan tipis antar dua kandidat capres ini menandakan, Prabowo tak lagi menjadi satu figur yang dianggap pandai berpidato.

Survei ini dilakukan secara scientific dengan mendasarkan pada penarikan sampel sesuai kaidah probability sampling 34 provinsi di Indonesia.

Survei ini diselenggarakan 23 September – 1 Oktober 2018 setelah penetapan dan pengundian nomor urut pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden, serta setelah dibentuknya tim kampanye nasional baik dari kubu Jokowi-Ma’ruf maupun Prabowo-Sandi.

Tujuannya untuk mengetahui peta elektabilitas kandidat pasca penetapan pasangan oleh Komisi Pemilihan Umum. Survei ini dilakukan dengan cara wawancara tatap muka terhadap 1.470 responden yang dipilih dengan metode acak bertingkat dengan margin of error 2,53% dan tingkat kepercayaan 95%.

Ada pun dari sisi elektabilitas pasangan, Jokowi-Ma’ruf mendapatkan angka elektabilitas sebesar 56,3%. Sementara elektabilitas Prabowo-Sandiaga 30,9%. Ada pun jumlah masyarakat yang telah mantap dengan pilihannya sedikit meningkat dari 72,6% pada Agustus menjadi 75,2%.

Di sisi lain, jumlah pemilih yang mungkin berubah pilihannya juga menurun dari 13,4% menjadi 12,1%. Dilihat berdasarkan sebaran pemilihnya, sebanyak 65,1% pemilih pasangan Jokowi – Ma’ruf adalah pemilih yang mantap dengan pilihannya. Sementara, pemilih Prabowo–Sandiaga yang sudah mantap dengan pilihannya sebesar 33,3%.

Pemilihan calon wakil presiden belum memberikan dampak elektoral yang signifikan terkait perolehan elektabilitas pasangan. Hal ini terlihat dari data Agustus dimana elektabilitas Jokowi – Ma’ruf ialah 55,1%, dan hanya naik sedikit menjadi 55,6% pada Oktober.

Begitu pula dengan pasangan Prabowo-Sandiaga. Pada Agustus 2018 ektabilitas pasangan ini sebesar 30,3%, sementara pada Oktober sebesar 30,9%.

Dengan demikian, Ma’ruf Amin maupun Sandiaga Uno sebagai calon wakil presiden masih belum memberikan kontribusi terhadap tingkat keterpilihan calon presiden, Joko Widodo mau pun Prabowo Subianto.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
prabowo subianto, Pilpres 2019

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top