Yusril Ihza Mahendra Pilih Jadi Pengacara Pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin

Yusril Ihza Mahendra memutuskan untuk menjadi pengacara bagi pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut satu Joko Widodo-Ma'ruf Amin menghadapi Pilpres 2019.
John Andhi Oktaveri | 05 November 2018 19:47 WIB
Advokat Yusril Ihza Mahendra saat memberikan keterangan kepada media usai sidang di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jumat (27/7/2018). - Bisnis.com/Samdysara Saragih

Kabar24.com, JAKARTA — Yusril Ihza Mahendra memutuskan untuk menjadi pengacara bagi pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut satu Joko Widodo-Ma'ruf Amin menghadapi Pilpres 2019.

Keputusan yang diambil Yusril Ihza yang juga Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) itu memunculkan berbagai tanggapan dari para politisi.

Direktur Advokasi dan Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut dua Prabowo Subianto-Sandiaga S. Uno, Sufmi Dasco Ahmad mengaku menghormati pilihan Yusril.

Dia mengatakan bahwa sebagai seorang lawyer, Yusril paham akan kode etik yang tidak membolehkan menolak klien. Apalagi Yusril sduah mengakui menerima tawaran itu sebagai profesional.

“Ya nggak apa-apa, namanya juga hak seseorang, kita kan nggak bisa menghalang-halangi," katanya kepada wartawan, Senin (5/11/2018).

Dasco pun berharap Yusril terus profesional dalam bekerja menjadi lawyer Jokowi-Amin.

"Harapan kita ya, bicara sebagai lawyer profesional, ya kita berharap juga nanti juga dalam melakukan tugas-tugasnya juga profesional," ujar Dasco.

Dia menambahkan bahwa kalaupun posisi Yusril itu akan menjadi pilihan politiknya juga tidak ada masalah karena memang hal itu merupakan haknya.

Sementara itu, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (TKN KIK), Arya Sinulingga mengatakan, pihaknya tidak mengeluarkan dana untuk membayar Yusril sebagai pengacara.

"Dia bisa profesional untuk itu. Soal enggak dibayar, 2014 waktu diminta Prabowo- Hatta Rajasa juga engga dibayar," katanya. Dia menambahkan bahwa pihaknya menganggap Yusril ingin bersama jokowi-Ma’ruf untuk pilpres 2019.

Menurutnya, Yusril ingin pemilu yang bersih, kredibel, dan bermartabat. Maunya itu terjadi, makanya dia bersedia bergabung dengan kita menjaga proses demokrasi, katanya.

“Keputusan memilih Yusril Ihza Mahendra sebagai pengacara bagi pasangan Joko Widodo-Maruf Amin sudah dipikirkan matang-matang. Pengalaman Ketua Umum PBB itu dalam menangani kasus tak usah diragukan,” ujarnya. Apalagi, ujarnya, Yusril merupakan ahli hukum politik selain ahli Hukum Tata Negara.

“Untuk urusan politik apapun, dia tangguh banget. Apalagi, kemampuan Yusril dari sisi hukum politik tata negara tidak perlu diragukan,” katanya.

Tag : jokowi, yusril ihza mahendra, Pilpres 2019
Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top