Kubu TKN Jokowi-Ma'ruf Kembali Dilaporkan ke Bawaslu

Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Raja Juli Antoni dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu atas pernyataannya untuk Calon Presiden Prabowo Subianto.
Jaffry Prabu Prakoso | 05 November 2018 13:54 WIB
Taufiq Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA — Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Raja Juli Antoni dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu atas pernyataannya untuk Calon Presiden Prabowo Subianto. 

Taufiq Hidayat sebagai pelapor mengatakan bahwa ucapan Toni yang menyebut Prabowo sebagai sosok yang emosional bertentangan dengan kesepakatan peserta pemilihan umum karena tidak dapat dibuktikan dan cenderung tendensius. 

“Dalam deklarasi kampanye pemilu damai 2019, salah satu poinnya adalah melaksanakan kampanye pemilu yang aman, tertib, dan damai,” katanya di Gedung Bawaslu, Senin (5/11/2019).

Bukan hanya itu, Taufiq menjelaskan bahwa sebagai tim sukses Jokowi-Ma'ruf, Toni yang merupakan Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia ini diduga melanggar Undang-Undang nomor 17/2017 tentang pemilu.

Pada pasal 280 ayat 1 (c), pelaksana, peserta, dan tim kampanye pemilu dilarang menghina seseorang, agama, suku, ras, golongan, calon, atau peserta pemilu yang lain.

Bagi yang melanggar, pasal 521 tertulis mereka bisa dipidana paling lama dua tahun dan denda maksimal Rp24 juta.

Taufiq dalam laporannya membawa barang bukti berita di beberapa media massa daring terkait pemberitaan Toni.

Sebelumnya Toni memberikan komentar kepada media bahwa Prabowo adalah sosok yang emosional.

Selain itu dia menyebut tidak ada partai selain Gerindra yang serius memenangkan peserta pemilihan presiden nomor urut 02 ini.

Tag : bawaslu, Pilpres 2019
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top