Keluarga Korban Protes Lion Air di Hadapan Rusdi Kirana

Sejumlah keluarga korban mengeluhkan minimnya informasi yang diberikan pada pihak Lion Air terkait dengan situasi terkini kecelakaan pesawat JT610 PK-LQP.
Muhammad Ridwan | 05 November 2018 14:09 WIB
Suasana pertemuan keluarga korban dengan manajemen Lion Air yang juga dihadiri oleh Pendiri Lion Air Rusdi Kirana dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Jakarta, Senin (5/11 - 2018).

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah keluarga korban mengeluhkan minimnya informasi yang diberikan pada pihak Lion Air terkait dengan situasi terkini kecelakaan pesawat JT610 PK-LQP.

Dalam konferensi pers proses evakuasi Lion Air JT610 PK-LQP yang dihadiri oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Pendiri Lion Air Rusdi Kirana, Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi, serta perwakilan TNI, dan Polri yang digelar pada Senin (5/11/2018) keluarga korban mengeluhkan hal tersebut.

Di hadapan pendiri Lion Air Rusdi Kirana, seorang pria yang mengaku sebagai orang tua dari Johan Ramadhan yang masuk sebagai daftar penumpang yang menjadi korban jatuhnya Lion Air, mengatakan bahwa pihak Lion Air gagal dalam menangani keluarga korban.

“Maaf, khususnya Pak Rusdi Kirana anggap gagal, [keluarga korban] tidak pernah dihubungi oleh pihak Lion. Jangankan empati, menghubungi saja tidak. Keluarga perlu dirangkul, tapi tidak ditelepon, tidak ada empati sama sekali dari Lion Air,” ujarnya dengan nada tinggi.

Sementara itu, Egin Efendi, anak dari Kapten Efendi yang turut menjadi korban, mengeluhkan minimnya informasi yang diberikan oleh Lion Air.

Menurutnya, keluarga korban tidak diberikan informasi terbaru terkait penanganan dan pencarian korban. Dia mengaku keluarga korban selalu mencari-cari informasi sendiri, tanpa adanya perkembangan informasi yang diberikan dari pihak Lion Air. “Malah kami yang mencari-cari informasi,” ujarnya.

Tag : lion air
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top