Pemilu AS 6 November Dibayangi Kekhawatiran Campur Tangan Asing

Bayang-bayang campur tangan asing bagai hantu yang siap melukai Amerika Serikat kapan saja. Kini Pemerintah Amerika Serikat sedang memantau kemungkinan ada campur tangan asing dalam pemilihan kongres, Selasa (6/11).
Newswire | 02 November 2018 16:03 WIB
Loby markas CIA di Langley, Virginia: Memantau kemungkinan campur tangan asing - Reuters

Bisnis.com, WASHINGTON - Bayang-bayang campur tangan asing bagai hantu yang siap melukai Amerika Serikat kapan saja. Kini Pemerintah Amerika Serikat sedang memantau kemungkinan ada campur tangan asing dalam pemilihan kongres, Selasa (6/11).

Kabar soal antisipasi atas kemungkinan campur tangan asing tersebut disampikan seorang pejabat tinggi bidang intelijen AS, Rabu (31/10/2018).

Pejabat tersebut juga mengatakan Pemerintah siap memberikan sanksi terhadap perusahaan apa pun atau orang-orang yang melakukan campur tangan.

"Kami tetap mengkhawatirkan campur tangan datang dari Rusia, China dan Iran," kata pejabat itu melalui telepon kepada para wartawan dalam rangka membahas rencana pemerintah pusat membantu pengamanan pemilihan umum 6 November.

Sang pejabat tidak memberikan keterangan terperinci soal ancaman-ancaman spesifik.

Namun, ia mengatakan masyarakat intelijen sedang bersiap-siap untuk melacak jati diri orang-orang yang mencampuri proses pemungutan suara.

Badan-badan intelijen AS telah menyimpulkan bahwa Rusia memang mencampuri pemilihan presiden AS 2016 dalam upaya untuk menyokong Donald Trump.

Mereka juga baru-baru ini menuduh Moskow berupaya memengaruhi hasil pemilihan kongres pada pekan depan.

Rusia telah membantah tuduhan tersebut.

Trump bulan lalu, ketika berbicara di Perserikatan Bangsa-bangsa, menuding China mencampuri pemilihan. Ia tidak memberikan bukti yang mendukung tuduhannya. China membantah tudingan Trump tersebut.

Trump pada September menandatangani perintah yang memungkinkan pemerintah menjatuhkan sanksi terhadap seseorang atau perusahaan yang diketahui mencampuri pemilihan, baik melalui peretasan ataupun penyebaran informasi yang salah.

Biro Penyelidik Federal (FBI), Departemen Kehakiman, Departemen Keamanan Dalam Negeri dan badan intelijen akan membantu upaya menggagalkan serangan digital pada pemilihan, kata beberapa pejabat.

Gedung Putih akan berkoordinasi dengan lembaga-lembaga tersebut melalui Dewan Keamanan Nasional.

Departemen Kehakiman juga sedang berencana untuk meluncurkan "pos komando campur tangan pemilihan" pada hari pemungutan suara. Hal itu guna membantu FBI berkomunikasi cepat dengan kantor-kantornya di seluruh negeri, kata seorang pejabat tinggi pemerintah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
amerika serikat

Sumber : Antara/Reuters
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top