Kamar Dagang Eropa Desak China Segera Buka Akses Pasarnya

China dapat mengambil momentum dalam China International Import Expo pekan depan untuk mempercepat realisasi janjinya membuka perekonomian domestik.
Dwi Nicken Tari | 02 November 2018 13:23 WIB
Ilustrasi - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA—China dapat mengambil momentum dalam China International Import Expo pekan depan untuk mempercepat realisasi janjinya membuka perekonomian domestik.

Hal itu disampaikan dalam laporan kemudahan berbisnis di China yang disusun Kamar Dagang Eropa (European Chamber of Commerce).

“Defisit reformasi telah membentuk tensi antara China dan mitra dagang utamanya, sebagian karena ekspektasi juga meningkat setelah Presiden Xi Jinping berjanji membuka perekonomian China ketika berpidato di World Economic Forum tahun lalu,” tulis laporan tersebut, seperti dikutip Bloomberg, Jumat (2/11/2018).

Presiden Xi dijadwalkan memberikan kata sambutan pada China International Import Expo (CIIE). Kegiatan ini akan dimulai pada 5 November 2018 di Shanghai. Xi akan menyampaikan pandangan pribadinya terkait event tersebut dan mempromosikan keinginan China membuka perekonomian domestiknya.

Sejauh ini China kian tertekan oleh kebijakan Presiden AS Donald Trump dan negara lain yang ingin Negeri Panda mengurangi surplus perdagangan yang dinikmatinya senilai US$423 miliar.

Xi telah berjanji bahwa China akan mengimpor sekitar US$24 triliun dari luar negeri dalam satu setengah dekade ke depan.

 “Fakta bahwa CIIE akan melanjutkan komitmen untuk membuka perekonomian di level pusat dan lokal, serta pidato Presiden Xi di WEF 2017 dan Boao 2018, artinya pebisnis Eropa memiliki ekspektasi tinggi terhadap event tersebut,” tulis laporan yang dirilis Jumat (2/11/2018).

Saat ini terdapat sekitar 3.000 perusahaan dari hampir 100 negara yang akan berpartisipasi dalam CIIE. Pameran ini akan menjadi jembatan menuju negeri dengan pasar terbesar di dunia berdasarkan jumlah populasinya.

CIIE bertepatan dengan kondisi China yang tengah menghadapi tarif tinggi dari AS. Proteksi AS itu dikhawatirkan dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi global karena resolusinya masih belum terlihat.

Sebelumnya, perusahaan Eropa lewat kamar dagangnya telah secara rutin mengeluhkan hambatan yang diberlakukan China atas akses pasarnya.

Padahal, negara-negara di Eropa dan AS telah sangat terbuka dengan pebisnis China yang ingin berpartisipasi dalam pasar di sana.

Sebanyak 46% perusahaan Eropa menyampaikan bahwa mereka telah melewati kesempatan berbisnis di China akibat hambatan regulasi dan restriksi akses pasar di sana.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
eropa, ekonomi china

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top