Kapolri Bertemu dengan Sekretaris Senior Parlemen Kemendagri Singapura

Kapolri Laksanakan Pertemuan Bilateral dengan Sekretaris Senior Parlemen Kemendagri Singapura
Andhika Anggoro Wening | 01 November 2018 23:45 WIB
Kapolri Jenderal Polisi Muhammad Tito Karnavian melaksanakan pertemuan bilateral dengan Sekretaris Senior Parlemen Kemendagri Singapura Amrin Amin (kiri) - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Kapolri Jenderal Polisi Muhammad Tito Karnavian melaksanakan pertemuan bilateral dengan Sekretaris Senior Parlemen Kemendagri Singapura Amrin Amin di sela-sela agenda resmi 12th AMMTC. Pertemuan tersebut membahas situasi terkini keamanan di Indonesia dan penanganan Polri terhadap tindak pidana terorisme.

Pada pertemuan tersebut, Kapolri Tito Karnavian menegaskan bahwa dalam mendukung upaya pemerintah Indonesia meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan salah satu indikatornya adalah jaminan keamanan, maka kepolisian berkomitmen memberikan jaminan keamanan kepada seluruh komponen bangsa Indonesia dari segala bentuk potensi gangguan.

“Situasi keamanan dalam negeri Indonesia sangat kondusif. Polri memberikan jaminan keamanan bagi seluruh aktivitas investasi dan ekonomi di Indonesia. Berbagai potensi gangguan kamtibmas telah dapat diatasi oleh Polri dengan dukungan dan kerjasama seluruh pemangku kepentingan,” terang Kapolri, Kamis (1/11/2018).

Hal tersebut dibuktikan dengan keberhasilan Indonesia pada suksesnya penyelenggaraan 3 agenda internasional dalam rentan waktu yang berdekatan yaitu Asian Games 2018, Asian Para Games 2018, dan IMF-World Bank Annual Meeting 2018. Seluruh gelaran akbar tersebut terselenggara dengan aman, lancar dan kondusif, bahkan menuai apresiasi dari berbagai pihak.

Khusus dalam penanganan tindak pidana terorisme, Kapolri menguraikan bahwa Polri telah bekerja keras melakukan pemetaan demi mengantisipasi terulangnya aksi dikemudian hari, mengingat ini adalah musuh bersama dan sangat tidak berperikemanusian dimana korbannya adalah orang-orang yang tidak bersalah.

“Polri telah berhasil memetakan jaringan teror di seluruh tanah air, serta melaksanakan upaya penanggulangan secara komprehensif,” ujar Tito.

Lebih lanjut, dijelaskan Kapolri bahwa secara garis besar, penanggulangan terorisme di Indonesia dilaksanakan dengan menerapkan 2 pendekatan secara simultan, yaitu pendekatan keras (hard approach) dan pendekatan lunak (soft approach).

Pertama, strategi hard approach dilaksanakan dengan penegakan hukum secara profesional dengan menerapkan pembuktian secara ilmiah (scientific investigation) sebagai dasar pembuktian yang kuat dalam sidang peradilan. Hal ini diwujudkan dengan penindakan secara tegas di semua medan, baik di laut, di wilayah perkotaan dan pemukiman, serta wilayah hutan gunung.

Lalu, strategi hard approach kini semakin efektif diterapkan dalam menangani aksi terorisme dengan telah disahkannya Undang-Undang Nomor 5 tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme oleh pemerintah Indonesia.

Sementara strategi soft approach dilaksanakan dalam bentuk kontraradikalisasi, deradikalisasi, kontraideologi, menetralisir media yang digunakan untuk aktivitas radikalisasi, serta menetralisir situasi yang mendorong terjadinya radikalisme.

Menanggapi penyampaian Kapolri, Sekretaris Senior Parlemen Kemendagri Singapura Armin Amin mengaku sangat yakin bahwa Polri akan mampu memelihara situasi keamanan dalam negeri Indonesia.

Ke depan, Amrin Amin berharap kerjasama Polri dan Pemerintah Singapura dapat terus ditingkatkan melalui berbagai pertemuan formal dan informal, tukar menukar informasi, dan peningkatan kapasitas melalui pendidikan dan latihan.

“Saya akan sering ke Jakarta untuk bertemu dengan Pak Kapolri. Saya juga kangen Roti Bakar Eddy,” ujar Amrin sambil tertawa saat menutup pertemuan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kapolri

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top