Anggota DPR Menilai Insiden Lion Air Bisa Turunkan Kepercayaan Asing

Anggota Komisi V DPR Bambang Haryo Soekartono mengaku khawatir kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 di perairan Karawang, Jawa Barat akan menurunkan kepercayaan asing terhadap industri penerbangan nasional.
John Andhi Oktaveri | 01 November 2018 12:06 WIB
Petugas memeriksa kondisi pesawat terbang jenis Boeing 737 milik maskapai penerbangan Lion Air sebelum terbang di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (31/10/2018). - ANTARA/Aji Styawan

Bisnis.com, JAKATA--Anggota Komisi V DPR  Bambang Haryo Soekartono mengaku khawatir kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 di perairan Karawang, Jawa Barat akan menurunkan kepercayaan asing terhadap industri penerbangan nasional.

Menurutnya, dengan kejadian tersebut  rating penerbangan Indonesia bisa turun, apalagi pendiri Lion Air Grup, Rusdi Kirana mengakui bahwa maskapainya mempunyai tingkat keselamatan yang buruk.

Menurutnya, Indonesia baru saja lolos dari larangan terbang di Eropa yang menunjukkan membaiknya kepercayaan asing. Hal itu sekaligus merupakan prestasi yang baik bagi Kementerian Perhubungan, katanya. 

Akan tetapi dengan kecelakaan Lion Air tersebut maka Indonesia kembali menjadi sorotan dunia. Kondisi ituah yang memengaruhi rating penerbangan Indonesia," kata Bambang, Kamis (1/11).

Lebih jauh Ketua DPP Partai Gerindra tersebut menyebutkan bahwa Indonesia masuk dalam 38 negara dengan tingkat keselamatan penerbangan yang cukup rendah. 

Pernyataan petinggi Lion Air yang mengakui kondisi tingkat keselamatan yang rendah itu, ujar Bambang, kian memperburuk situasi. Mestinya, kata dia, hal itu tidak disampaikan meski keselamatan maskapainya yang terburuk di dunia.

"Harusnya Lion Air bisa memberikan jaminan keselamatan bagi penumpang. Kemenhub juga harus malu dengan adanya pernyataan petinggi Lion itu. Padahal, Lion merupakan yang terbesar dengan menguasai 50 persen armada pesawat di Indonesia," katanya.

Peristiwa ini menunjukkan mengapa pesawat dengan keselamatan rendah masih dioperasikan. Berarti pemerintah belum memperhatikan budaya keselamatan nyawa publik," katanya.

Sedangkan terkait kinerja Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), legislator dapil Jatim I itu menilai, sejauh ini kinerjanya cukup baik.

"Saya pikir KNKT cukup bagus. Investigasi kecelakaan JT 610 baru bisa kita ketahui setelah black box ditemukan," kata dia.

Komite itu hari ini melaporkan telah menemukan kotak hitam pesawat nahas tersebut. Dari alat perekam informasi dan kegiatan penerbangan itu akan terungkap penyebab kecelakaan pesawat tersebut. 

 

Tag : dpr, lion air jatuh
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top