Rating Penerimaan Terhadap Trump Turun di Tengah Serangkaian Aksi Kekerasan

Dilansir Bloomberg, 40% warga AS menyetujui kinerja Trump sebagai presiden, menurut jajak pendapat Gallup selama pekan yang berakhir 28 Oktober. Angka tersebut turun dari 44% pada pekan sebelumnya. Ini merupakan penurunan tajam yang luar biasa untuk jajak pendapat, yang didasarkan pada survei 1.500 orang dewasa pada Senin hingga Minggu, setiap pekan.
Aprianto Cahyo Nugroho | 30 Oktober 2018 06:47 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berpidato saat buka puasa di Gedung Putih, 6 Juni 2018. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Tingkat Rating penerimaan terhadap Presiden AS Donald Trump jatuh 4% pekan lalu di tengah gelombang kekerasan, memberikan tekanan terbaru terhadap peluang Partai Republik pada pemilihan paruh waktu mendatang.

Dilansir Bloomberg, 40% warga AS menyetujui kinerja Trump sebagai presiden, menurut jajak pendapat Gallup selama pekan yang berakhir 28 Oktober. Angka tersebut turun dari 44% pada pekan sebelumnya. Ini merupakan penurunan tajam yang luar biasa untuk jajak pendapat, yang didasarkan pada survei 1.500 orang dewasa pada Senin hingga Minggu, setiap pekan.

Penurunan itu merupakan yang paling tajam sejak 24 Juni, ketika tinggat persetujuan mingguan Trump menurun menjadi 41% dari 45 persen pekan sebelumnya, di tengah kontroversi atas kebijakan pemerintahannya yang memisahkan keluarga yang ditangkap karena secara ilegal melintasi perbatasan AS dengan Meksiko.

Serangkaian bom surat kepada kritikus Trump terkemuka dan serangan mematikan di sinagog Pennsylvania telah memicu kritik terhadap retorika polarisasi presiden, terutama mendekatnya masa pemilu paruh waktu pada bulan November.

Trump pada gilirannya menyalahkan media berita karena mengobarkan kemarahan publik dan pada hari Senin menghidupkan kembali karakterisasi pers sebagai "Musuh Rakyat."

"Media berita palsu,mMusuh sejati rakyat, (mereka) harus menghentikan permusuhan terbuka dan jelas, serta melaporkan berita secara akurat dan adil," kata Trump pada akun Twitter-nya, seperti dikutip Bloomberg.

Sebuah serangan di sinagog Tree of Life di Pittsburgh pada kebaktian Sabtu menyebabkan 11 orang tewas, banyak di antara mereka yang berusia lanjut. Trump dan istrinya akan pergi ke Pennsylvania pada Selasa untuk mengunjungi keluarga korban, ungkap Sekretaris Pers Gedung Putih Sarah Sanders.

Pada hari Jumat, seorang pria Florida yang diketahui telah menghadiri acara kampanye Trump didakwa sehubungan dengan pengiriman setidaknya 13 perangkat peledak yang ditargetkan ke Partai Demokrat, termasuk mantan Presiden Barack Obama dan Hillary Clinton. Dua paket ditujukan kepada mantan pejabat intelijen AS John O. Brennan dan James Clapper di markas CNN di New York.

Tag : Donald Trump
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top