Menkes Pastikan Identifikasi Korban Lion Air Dilakukan Maksimal

Menteri Kesehatan Nila Moeloek memastikan semua elemen pemerintah berpadu dan bekerja sama mengidentifikasi korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018) pagi. 
Newswire | 30 Oktober 2018 01:38 WIB
Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengunjungi Instalasi Forensik Rumah Sakit Raden Said Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (29/10 - 2018). RS tersebut melaksanakan identifikasi korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610. (Michael Siahaan)

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Kesehatan Nila Moeloek memastikan semua elemen pemerintah berpadu dan bekerja sama mengidentifikasi korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018) pagi. 

"Betul,kami bekerja sama melakukan identifikasi korban bersama tim DVI Polri. Kantor kesehatan pemerintah di pelabuhan sudah bergerak dengan Basarnas," ujarnya ketika berkunjung ke Rumah Sakit Polri Said Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (29/10/2018) malam. 

Menurut Nila, pemerintah akan melakukan upaya maksimal untuk membantu mengenali ciri-ciri korban kecelakaan Lion Air yang meninggal dunia. 

Proses identifikasi yang dipusatkan di Rumah Sakit Polri Said Sukanto, disebut Nila, akan dikerjakan oleh semua elemen kesehatan baik dari Rumah Sakit Polri maupun dari rumah sakit di bawah naungan Kementerian Kesehatan seperti Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

"Rumah sakit di seluruh Indonesia akan ikut dalam proses ini seperti ketika kecelakaan Adam Air beberapa tahun lalu," kata Nila. 

Sementara, menurut Kepala Instalasi Kedokteran Forensik RS Polri Komisaris Besar Polisi Edy Purnomo menyebut rangkaian kegiatan identifikasi untuk mencocokkan data korban sebelum meninggal (antemortem) dengan setelah meninggal (postmortem) akan dilakukan di RS Polri Raden Said Sukanto pada Selasa (30/10) mulai pukul 06.30 WIB.

Sampai pukul 00.30 WIB, Selasa (30/10), sebanyak 24 kantong jenazah sudah tiba di Instalasi Kedokteran Forensik Rumah Sakit Polri Raden Said Sukanto. 

Sebelumnya, pesawat tipe Boeing-737-8 MAX dengan nomor penerbangan JT 610 milik operator Lion Air yang terbang dari Bandar Udara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, menuju Bandar Udara Depati Amir di Pangkal Pinang, Bangka Belitung, hilang kontak pada Senin, 29 Oktober 2018 pukul 06.33 WIB.

Pesawat dengan nomor registrasi PK LQP tersebut dilaporkan terakhir tertangkap radar pada koordinat 05 46.15 S - 107 07.16 E.

Pesawat berangkat pada pukul 06.10 WIB dari Cengkareng dan sesuai jadwal tiba di Pangkal Pinang pada pukul 07.10 WIB. Pesawat sempat meminta kembali ke tempat pemberangkatan semula (return to base) sebelum akhirnya hilang dari radar.

Badan SAR Nasional (Basarnas) memastikan pesawat Lion Air JT 610 jatuh di perairan Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Korban dari pesawat nahas akan dievakuasi ke RS Polri.

Pesawat membawa 178 penumpang dewasa, satu penumpang anak-anak, dan dua bayi dengan pilot, kopilot dan lima awak pesawat lainnya.

Sumber : Antara

Tag : lion air
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top