Kiai Shodiq Ambil Inspirasi Prabowo untuk Menamai Anaknya

Calon Presiden Prabowo Subianto melakukan safari ke sejumlah pesantren di Jawa Tengah.
Jaffry Prabu P. & Alif Nazzala R. | 29 Oktober 2018 16:41 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Calon Presiden Prabowo Subianto melakukan safari ke sejumlah pesantren di Jawa Tengah.

Ponpes As Shoddiqiah di Sawah Besar, Kaliwage, Semarang, Jawa Tengah salah satu lokasi kunjungannya. Ada kisah unik saat Prabowo tiba di pesantren pimpinan KH Shodiq Hamzah ini.

Kiai Shodiq menjelaskan bahwa dia mengagumi sosok Prabowo yang dikenal ketampanannya saat masih muda dan masih aktif di dunia militer. Oleh karena itu, Sodiq menamai anak laki-lakinya yakni Muhammad Shidqon Prabowo.

"Semoga nempel ya Prabowo-nya, tapi dia belom berani capres. Pak Prabowo itu sudah tiga kali maju, pertama jadi calon wakil presiden, kedua jadi calon presiden, dan ketiga ini juga calon presiden. Semoga dengan ketiga kalinya ini masyarakat bisa memenangkan Pak Prabowo," ucapnya.

Mendengar sambutan yang begitu hangat, Prabowo menyampaikan rasa terima kasih kepada Shodiq dan para alim ulama lainnya atas doa dan dukungan kepadanya untuk maju dan berjuang memenangkan Pilpres 2019 bersama dengan Sandiaga Uno.

"Terimakasih kami diterima di sini tujuan kami kesini adalah kulunuwun sebagai kebiasan adat bangsa kita, bangsa timur. Kalau mau dateng ke suatu daerah adatnya itu kita harus kulunuwun sowan ke sesepuh sesepuh tokoh tokoh," tutur Prabowo.

Prabowo Subianto mengatakan, silaturahmi yang dilakukan sebagai wujud penghormatan kepada para pemuka agama di Jawa Tengah.

Dia menuturkan, telah mengunjungi beberapa tokoh agama mulai dari Kabupaten Banyuwangi, Rembang sampai ke Kabupaten Tegal.

"Saya datang ke Jawa Tengah sebagai rangkaian silaturahmi, dan menyambangi berbagai desa untuk mendengarkan keluhan masyarakat mengenai apa saja yang menjadi permasalahan selama ini," kata Prabowo saat mengunjungi Ponpes As-Shodiqiyah Semarang Senin (29/10/2018).

Disisi lain, Prabowo juga menulis buku mengenai pandangan dan keadaan bangsa Indonesia selama ini.

Menurutnya, dibuku ini dia menjelaskan mengenai kejanggalan yang menyebabkan ekonomi bangsa belum bisa tumbuh optimal.

Prabowo menjelaskan, lebih dari 25 tahun pihaknya telah mengumpulkan data dan fakta bahwa sistem yang berjalan selama ini belum bisa membawa kesejahteraan dan kemakmuran bagi bangsa Indonesia.

Dia berujar, jika sistem yang ada selama ini harus diperbaiki.

"Bagaimana negara bisa saja maju jika selama ini kekayaan yang ada mengalir keluar negeri. Saya berani mengatakan ini karena telah mengunjungi dan mengetahui fakta yang telah terjadi," tegasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
prabowo subianto

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top