Politik AS Memanas, Trump Tuding Media Sebagai Provokator

Presiden AS Donald Trump menuduh media AS menggerakkan opini negatif terhadapnya dengan memanfaatkan berita mengenai pengiriman paket bom kepada sejumlah tokoh penting AS yang juga lawan politiknya.
Nirmala Aninda | 27 Oktober 2018 11:29 WIB
Presiden AS Donald Trump saat pertemuan di Istana, Singapura, 11 Juni 2018. - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA -- Presiden AS Donald Trump menuduh media AS menggerakkan opini negatif terhadapnya dengan memanfaatkan berita mengenai pengiriman paket bom kepada sejumlah tokoh penting AS yang juga lawan politiknya.

Beberapa jam setelah pendukungnya, Cesar Sayoc, ditangkap di Florida atas keterlibatannya dalam pengiriman bom, Trump mengatakan dalam kampanye di Charlotte, AS bahwa kekerasan politik tidak dapat ditoleransi.

"Saya akan melakukan semua yang saya bisa untuk menghentikannya," ujarnya seperti dilansir Reuters, Sabtu (27/10/2018).

Namun, pernyataan itu langsung disusul dengan tudingan Trump bahwa media dan lawan politik di Partai Demokrat menggunakan berita paket bom untuk menyerangnya.

"Kami telah melihat upaya media dalam beberapa jam terakhir dengan menggunakan tindakan jahat seseorang untuk menyerang saya dan Partai Republik," ucapnya.

Trump juga mengklaim Partai Republik tidak berusaha mencari keuntungan politik atas Partai Demokrat ketika pendukung Bernie Sanders menembaki anggota Kongres AS di lapangan baseball pada tahun lalu dan melukai politikus senior Steve Scalise.

Trump berada di Charlotte dalam rangka kampanye kandidat Partai Republik menjelang pemilihan Kongres AS pada November 2018. Partai Republik tengah berupaya mempertahankan kendali di DPR dan Senat AS.

Cesar Sayoc (56), mantan penari telanjang dan pegulat profesional, ditangkap di luar sebuah toko aksesoris mobil di Plantation, Florida, Jumat (26/10) waktu setempat.

Sebuah mobil van putih miliknya juga disita. Mobil itu dipenuhi oleh stiker dukungan terhadap Presiden AS Donald Trump, slogan “CNN Sucks” atau “CNN Menyebalkan”, dan gambar beberapa politisi Partai Demokrat dengan tanda silang merah di wajahnya.

Sayoc setidaknya mengirim 14 paket berisi bom ke sejumlah figur penting AS yang dikenal sebagai kritikus Trump.

Beberapa nama penerima paket tersebut adalah mantan Presiden Barack Obama, mantan Wakil Presiden Joe Biden, mantan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton, mantan Jaksa Agung Eric Holder, aktor Robert De Niro, senator Maxine Waters, dan mantan Direktur CIA John Brennan.

 

Tag : amerika serikat, Donald Trump
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top