Korea Selatan dan Korea Utara Segera Hancurkan 22 Pos Penjagaan Perbatasan. Ini Jadwalnya

Korea Utara dan Korea Selatan sepakat untuk menghancurkan sepenuhnya 22 pos penjagaan di dekat perbatasan kedua negara.
Rayful Mudassir | 26 Oktober 2018 17:03 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kiri) bergandengan tangan dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in saat pertemuan di desa gencatan senjata Panmunjom, Korea Selatan, Jumat (27/4/2018). - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Korea Utara dan Korea Selatan sepakat untuk menghancurkan sepenuhnya 22 pos penjagaan di dekat perbatasan kedua negara. Upaya kedua negara ini untuk meredakan ketegangan militer. Penghancuran pos penjagaan itu dijadwalkan dilakukan bulan depan.

Kementerian Pertahanan  Korsel mengatakan langkah ini menindaklanjuti pakta militer pada pertemuan puncak bulan lalu di ibu kota Korea Utara.

Pakta ini menyerukan penghentian semua tindakan permusuhan, zona larangan terbang di dekat perbatasan dan penghapusan bertahap pos penjaga. Pakta juga menyoal senjata api dan ranjau darat dari Zona Demiliterisasi (DMZ) yang memisahkan kedua negara.

Sebagai langkah awal, kedua negara setuju untuk menghancurkan 11 pos penjaga dalam jarak 1 kilometer dari masing-masing sisi perbatasan dan menarik peralatan serta personel yang ditempatkan di sana pada akhir November.

"Langkah-langkah tersebut akan selesai melalui verifikasi bersama pada bulan Desember," katanya dalam sebuah pernyataan seperti dilansir Reuters, Jumat (26/10/2018).

Pembicaraan itu dipimpin Mayor Jenderal Polisi Korea Selatan Kim Do-gyun dan Letnan Jenderal Korea Utara An Ik San di Panmunjom, desa perbatasan di dalam DMZ.

Kedua belah pihak juga membahas pemulihan kembali komisi militer gabungan dan membentuk tim gabungan untuk mensurvei aliran air di Sungai Han yang dapat dibagikan pada kapal komersial mereka.

Kedua pihak juga menyelesaikan penghapusan pos dan senjata api di dalam Daerah Keamanan Bersama di Panmunjom. Sementara itu perkembangan lainnya, militer Korea Selatan mengatakan akan melakukan dua latihan militer minggu depan.

Departemen Pertahanan AS mengatakan latihan militer ini terjadi setelah kesepakatan yang dicapai Seoul dan Washington untuk menghentikan latihan pertahanan udara Vigilant Ace yang direncanakan pada Desember, untuk melanjutkan pembicaraan nuklir antara AS dan Korea Utara.

Sementara itu aliansi AS-Korsel menunda latihan tahunan Ulchi Freedom Guardian.

Kepala Staf Gabungan (JCS) mengatakan untuk menjaga kesiapan pertahanan dan meningkatkan kerja sama militer, Korea Selatan telah memutuskan untuk melaksanakan latihan Taeguk dan Hoguk.

Latihan pertama adalah latihan pos komando dari Senin hingga Jumat, sementara yang terakhir adalah latihan manuver lapangan yang berpusat di sungai sebelah timur ibu kota Seoul.

"Latihan tahun ini adalah untuk mempertahankan postur pertahanan yang seimbang dan meningkatkan efek latihan, mengingat penangguhan Pembasmi Kebebasan Ulchi," kata JCS dalam sebuah pernyataan, mengacu pada latihan tahunan saat 17.500 pasukan AS bergabung dengan pasukan Korea Selatan tahun lalu.

Para pemimpin pertahanan Korea Selatan dan Amerika Serikat akan bertemu di Washington, Rabu pekan depan, untuk pertemuan konsultasi keamanan tahunan. Di sana mereka diharapkan secara resmi mengumumkan penangguhan latihan Vigilant Ace.

Tag : as, korsel, korut
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top