Pro-Kontra Debat Capres Enam Jam, Ini Tanggapannya

Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Hasto Kristiyanto mengatakan bahwa masyarakat tidak mencari pemimpin yang pandai berbicara.
Jaffry Prabu Prakoso | 23 Oktober 2018 20:50 WIB
Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Hasto Kristiyanto.

Bisnis.com, JAKARTA – Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf menilai usul debat kampanye selama enam jam terlalu berlebihan.

Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Hasto Kristiyanto mengatakan bahwa masyarakat tidak mencari pemimpin yang pandai berbicara.

“Kita cari pemimpin dari komitmen, rekam jejak, dan kemampuan pemimpin yang transformatif,” katanya di Jakarta, Selasa (23/10/2018).

Menurutnya, cukup dengan mengetahui rekam jejak peserta pemilihan presiden, publik bisa tahu siapa calon yang baik.

Sosok itu bisa terlihat dari calon presiden petahana Joko Widodo mulai dari menjabat sebagai wali kota, gubernur, hingga sampai menjadi orang nomor satu di Indonesia.

“Rekam jejak ini yang harus diuji terus menerus dan kaitannya dengan keputusan politik yang diambil. Karakter pemimpin yang grasak-grusuk tentu bukan hal positif tapi pemimpin yang terus tersenyum hadapi kritik itu artinya tahan uji,” ucapnya.

Sebelumnya, Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi mengusulkan agar debat kampanye peserta pemilihan presiden dilakukan selama enam jam.

Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional Mardani Ali Sera mengatakan bahwa ide ini muncul agar isu yang dibahas saat diskusi sangat dalam.

“Kalau selama ini kan dibatasi memberikan pendapat 2-3 menit. Apa yang bisa disampaikan dengan waktu segitu? Enam jam mungkin bombastis ya, tapi intinya dalami sampai tuntas,” ungkapnya.

Tag : Pilpres 2019
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top