Erdogan Janjikan Detail Soal Kematian Khashoggi

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dikabarkan akan menyampaikan keterangan detail tentang kematian jurnalis Jamal Khashoggi.
Renat Sofie Andriani | 22 Oktober 2018 07:00 WIB
Presiden Turki Tayyip Erdogan - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dikabarkan akan menyampaikan keterangan detail tentang kematian jurnalis Jamal Khashoggi.

Surat kabar Turki Haberturk mengabarkan bahwa perincian ihwal kematian jurnalis asal Arab Saudi tersebut akan disampaikan oleh Erdogan dalam pertemuan kelompok parlementer partai AKP (Partai Keadilan dan Pembangunan) pada hari Selasa (23/10/2018).

“Mengapa 15 orang datang ke sini, mengapa 18 orang ditangkap?” ujar Erdogan dalam sebuah pidato di Istanbul yang dikutip oleh Haberturk. “Semua ini harus dijelaskan dengan semua detail”

Secara terpisah, kepala jaksa Istanbul memanggil 28 staf konsulat Saudi, termasuk warga negara Turki dan asing, untuk memberikan kesaksian pada hari Senin (22/10) untuk kasus Khashoggi, menurut TRT World News dalam cuitannya, mengutip informasi sumber terkait.

Pekan lalu, pihak kejaksaan telah mendengarkan kesaksian dari 15 pegawai konsulat, menurut kantor berita Anadolu Agency dalam laporan pada hari Jumat, seperti dilansir Bloomberg.

Khashoggi dilaporkan menghilang setelah mengunjungi kantor konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki pada 2 Oktober. Sejak itu spekulasi merebak mengenai keterlibatan pihak kerajaan atas 'hilangnya' jurnalis yang dikenal kerap menyampaikan kritik terhadap pemerintahan Saudi ini.

Dalam pernyataannya pada Sabtu (20/10), pemerintah Saudi kemudian mengonfirmasikan bahwa Kashoggi telah meninggal dunia.

Laporan CNBC menjelaskan otoritas Arab Saudi mengatakan Khashoggi meninggal dalam baku hantam dengan sejumlah orang yang ditemui di konsulat Arab di Istanbul, Turki. Pihak kerajaan menduga Khashoggi meninggal dalam kejadian itu.

Penjelasan resmi tersebut bertentangan dengan sejumlah laporan tentang kasus ini. Otoritas di Turki menyebutkan ada bukti rekaman suara bahwa jurnalis kritis tersebut disiksa, dibunuh dan dimutilasi oleh tim agen dari Saudi.

Keterangan terbaru dari otoritas Arab juga bertentangan dengan pernyataan awal tatkala kasus ini menyedot perhatian publik. Pangeran Mohammed bin Salman mengutarakan ke Bloomberg bahwa sang jurnalis meninggalkan konsulat sesaat setelah tiba.

Kerajaan dalam perkembangan kasus ini memecat Wakil Kepala Intelijen Jenderal Ahmad bin Hassan Asiri dan penasehat pengadilan Abdullah Al-Qahtani. Kerajaan juga menegaskan komitmen untuk mereformasi dan merestrukturisasi divisi intelijen di bawah pengawasan Pangeran Mohammed menuju aturan yang modern dan menggunakan kekuasaan secara tepat.

Pada Minggu (21/10), pemerintah Saudi menyebut pembunuhan Khashoggi di konsulat Istanbulnya sebagai kesalahan yang besar. Pada saat yang sama, pemerintah Saudi juga berupaya untuk melindungi putra mahkota dari krisis yang meluas.

Sementara itu, Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Stephen Mnuchin mengatakan pernyataan Arab Saudi bahwa Khashoggi telah meninggal dunia dalam sebuah perkelahian adalah langkah pertama yang baik tetapi tidak cukup.

Namun demikian, Mnuchin menambahkan masih terlalu dini untuk membahas sanksi terhadap sekutunya tersebut.

Di sisi lain, Jerman, Inggris, dan Prancis menekan pemerintah Saudi untuk menyampaikan fakta-fakta seputar kematian Khashoggi. Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan Jerman tidak akan mengekspor senjata ke Arab Saudi saat masih terlihat ketidakpastian atas nasib Khashoggi.

Tag : Jamal Khashoggi
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top