Pemimpin Eropa dan Amerika Tuntut Kejelasan dari Arab Saudi soal Kasus Khashoggi

Para pemimpin Eropa dan Presiden AS Donald Trump terus mempertanyakan penjelasan dari Arab Saudi terkait “pembunuhan” wartawan dan kolumnis Washington Post di kantor konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki.
Dwi Nicken Tari | 21 Oktober 2018 12:08 WIB
Kanselir Jerman Angela Merkel. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA—Para pemimpin Eropa dan Presiden AS Donald Trump terus mempertanyakan penjelasan dari Arab Saudi terkait “pembunuhan” wartawan dan kolumnis Washington Post di kantor konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki.

Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan “peristiwa mengerikan” terkait pembunuhan Jamal Khasshoggi harus dijelaskan sejelas-jelasnya.

“[Pembunuhan Khassoggi] masih belum jelas dan tentu saja kami meminta kejelasannya,” kata Merkel, seperti dikutip Bloomberg, Minggu (21/10/2018).

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Perancis Jean-Yves Le Drian juga menyatakan lewat pernyataan surat elektronik bahwa masih banyak pertanyaan yang belum terjawab, sambil menambahkan bahwa hubungan Prancis dan Arab Saudi terhubung dalam kemitraan strategis yang terbuka, mendesak, dan transparan.

Adapun, setelah menolak memiliki keterkaitan dengan hilangnya Khassoggi pada 2 Oktober 2018, otoritas Arab Saudi menyampaikan pada akhir pekan lalu bahwa Khassogi terbunuh setelah “diskusi” di konsulat berubah menjadi “perdebatan fisik”.

King Salman pun langsung mencopot jabatan dari penasihat utama untuk Putra Mahkota Mohammed bin Salman dan jaksa menahan 18 orang yang terlibat dalam kasus tersebut.

Trump awalnya menyambut baik langkah yang diambil Arab Saudi dengan mengatakan penyelesaian masalah besar semakin dekat. Akan tetapi, dia menyatakan tetap khawatir selama pejabat Arab Saudi belum mengumumkan di mana jasad Khassoggi.

“[Saya] tidak akan puas sebelum kita menemukan jawabannya,” kata Trump saat reli di Elko, Nevada.

Adapun Trump tetap menegaskan bahwa krisis tersebut tidak akan memiliki dampak besar terhadap hubungan AS dengan kerajaan Arab Saudi, termasuk penjualan senjata dari AS ke Arab Saudi senilai miliaran dolar AS.

Sejauh ini, Trump memang mengandalkan Arab Saudi yang membeli senjata dari AS, mengalirkan minyak mentah ke pasar global setelah sanksi diberlakukan untuk Iran, dan mengusung dukungan rencana perdamaian Timur Tengah.

Namun demikian, fakta bahwa Khassoggi terbunuh tanpa kejelasan dapat membuat pemimpin Arab Saudi memberikan ruang yang memicu terjadinya konfrontasi yang tidak diinginkan dari AS dan Turki.

Adapun kasus tersebut juga telah mengkhawatirkan investor asing yang menjadi “kunci” dari rencana besar Pangeran Mohammed bin Salman untuk mereformasi perekonomiannya dari ketergantungan terhadap minyak mentah.

Sejumlah pebisnis dan pejabat politik, termasuk CEO JPMorgan Chase&Co. Jamie Dimon dan Menkeu AS Steven Mnuchin, telah membatalkan kehadirannya di forum Future Investment Initiative yang akan diselenggarakan Arab Saudi pada pekan depan akibat laporan terkait pembunuhan Khassoggi tersebut.

Tag : arab saudi, turki
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top