Jokowi-Ma’ruf Muncul di Koran, Timses Bersikukuh Bukan Iklan

Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja bersikukuh foto di media massa calon presiden dan calon wakil presiden yang mereka usung tidak termasuk iklan.
Jaffry Prabu Prakoso | 19 Oktober 2018 20:15 WIB
Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional Raja Juli Antoni/JIBI - BISNIS/Jaffry Prabu Prakoso

Bisnis.com, JAKARTA - Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja bersikukuh foto di media massa calon presiden dan calon wakil presiden yang mereka usung tidak termasuk iklan.

Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional Raja Juli Antoni mengatakan bahwa gambar tersebut adalah ajakan kepada masyarakat untuk berpartisipasi menggalang dana demi kemenangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin. 

“Partisipasi itu akan penting dalam Demokraasi. Salah satu indikasi keberhasilan Demokrasi itu dilihat dari sejauh mana tingkat partisipasi publik, termasuk dalam konteks itu adalah penggalangan dana,” katanya di gedung KPU, Jakarta, Jumat (19/10/2018).

Toni menjelaskan bahwa agar publik percaya bahwa pengumpulan donasi itu benar untuk capres dan cawapres yang mereka dukung, maka tim sukses sepakat menaruh wajah Jokowi-Ma'ruf beserta nomor urutnya di dua koran nasional. 

Tampilan itulah berpotensi masuk dalam kampanye pemilu karena menampilkan citra diri calon karena menampilkan foto peserta pilpres dan nomor urutnya.

Hal ini karena Undang-undang nomor 7 tahun 2017 pasal 1 tertulis kampanye pemilu adalah kegiatan peserta pemilu atau pihak lain untuk menawarkan visi misi atau citra diri peserta pemilu.

Sementara itu, kampanye melalui media cetak dijelaskan pasal 276 hanya boleh dilakukan selama 21 hari dan berakhir pada masa tenang. Mengacu UU tersebut, iklan kampanye melalui media massa sebenarnya sudah difasilitasi KPU mulai 23 Maret hingga 13 April 2019.

Toni beralasan tim kampanye mencantumkan citra diri agar penghimpunan dana di media cetak itu benar-benar kredibel.

 

Tag : kampanye pemilu, Pilpres 2019
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top