Pose Satu Jari Sri Mulyani dan Luhut Dikritik, Timses Jokowi: Kubu Lawan Gagal Mengkritik

Kubu Koalisi Adil Makmur mengomentari gesture satu jari Menteri Keuangan dan Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, dan berencana akan melaporkan ke Badan Pengawas Pemilihan Umum.
Muhammad Ridwan | 19 Oktober 2018 18:13 WIB
Ketua Panitia Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 Luhut Binsar Pandjaitan (tengah) mengangkat tangannya, disaksikan Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde (kiri), dan Menteri Keuangan Sri Mulyani sebelum memberikan pernyataan penutupan Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018, di Nusa Dua, Bali, Minggu (14/10). JIBI/Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Kubu Koalisi Adil Makmur mengomentari gesture satu jari Menteri Keuangan dan Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, dan berencana akan melaporkan ke Badan Pengawas Pemilihan Umum.

Kubu Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin, Koalisi Indonesia Kerja menilai komentar tersebut sebagai bentuk framing politik yang dilakukan kubu lawan.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin Raja Juli Antoni. Menurutnya, komentar tersebut menunjukan bahwa kubu Prabowo-Sandi telah gagal mengkritik gelaran acara IMF (Internasional Monetary Fund)-WB (World Bank) yang berlangsung di Nusa Dua, Bali.

“Terutama tentang Game of Trone yang menjadi perbincangan di dunia luar sana. Kemudian karena keberhasilan di sana mereka tidak mampu lagi melakukan kritik,” ujar Raja Juli di Rumah Cemara 19, Jakarta, Jumat (19/10/2018).

Lebih lanjut, Toni sapaan akrabnya, menuturkan bahwa, komentar-komentar yang dilontarkan kubu lawan terhadap gelaran acara internasional bukan yang pertama kalinya.

Toni kembali mengingatkan saat komentar kepada Presiden Joko Widodo saat acara pembukaan Asian Games 2018 lsoal stuntmant yang menjadi bahan kritikan.

“Jadi sekali lagi ini kemiskinan apresiasi dari kubu sebelah sana, sehingga muncul hal-hal yang remeh-temeh,” jelasnya.

Toni menegaskan bahwa pihaknya akan menyerahkan sepenuhnya masalah Sri Mulyani dan Luhut Binsar Panjaitan kepada Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu).

“Tapi kita persilakan kepada mereka untuk bawaslu, dan kami yakin bahwa bawaslu sebagai garda demokrasi akan melihat persoalan ini secara objektif,” pungkasnya.

Tag : jokowi, Pilpres 2019
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top