Pemilihan Presiden 2019, Jangan Remehkan Kekuatan Media Sosial

Dalam setiap pemilihan presiden, tim sukses pasangan calon mengandalkan media massa seperti media cetak, media online, media digital atau yang disebut dengan media mainstream.
Muhammad Ridwan | 18 Oktober 2018 19:59 WIB
Media sosial - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Dalam setiap pemilihan presiden, tim sukses pasangan calon mengandalkan media massa seperti media cetak, media online, media digital atau yang disebut dengan media mainstream.

Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago mengatakan bahwa pada pemilihan presiden 2019 mendatang sebanyak 40% atau sekitar 90 juta orang adalah pemilih pemula atau generasi milenial, maka kekuatan sosial media tidak bisa dianggap remeh untuk elektabilitas kedua pasang calon.

“Media mainstream memang sangat penting, apalagi televisi-televisi berita nasional, karena emak-emak kita, ibu-ibu kita yang belum punya banyak informasi belum pakai facebook dan belum pakai instagram, salah satunya hanya menonton televisi,tapi kemudian generasi milenial sumber informasinya kan tidak satu,” ujar Pangi dalam diskusi di bilangan Cikini, Jakarta, Kamis (18/10/2018).

Pangi mencontohkan Pemilihan Presiden Amerika Serikat pada 2016 lalu antara Hillary Clinton dan Donald Trump.

Pada saat itu, Hillary Clinton menguasai media mainstream Amerika Serikat, elektabilitas Hillary lebih unggul dibandingkan dengan Trump.

“Dia (Trump) mengatakan bahwa silakan media mainstream dikuasai oleh Hillary, tapi saya media sosial, media sosial digoreng, dimainkan dan berhasil Trump,” jelasnya.

Selain itu, isu-isu yang beredar dan menjadi viral di media sosial bisa berdampak terhadap elektabilitas pasangan calon.

Pangi menilai bahwa cara Jokowi menginformasikan capaian-capaian pemerintah yang diunggahnya melalui media sosial sudah tepat, menggunakan saluran media sosial, sehingga bisa menyasar kalangan milenial dan meningkatkan elektabilitasnya.

“Saya pikir itu sudah bagus, program dan capaian diunggah di media sosial, sehingga kalau di posting dapat diketahui generasi milenial, dengan harapan generasi milenial cukup informasi untuk itu, tren sentimennya positif kepada Pak Jokowi sehingga memilih Pak Jokowi,” pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
media sosial, Pilpres 2019

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top