Kiat Ridwan Kamil & Najwa Shihab Hadapi Era Industri 4.0

Kang Emil juga meminta seluruh jajaran pemerintahan di bawahnya agar berpikir seperti warga, bukan berpikir seperti pejabat. Dengan begitu, kebijakan yang dikeluarkan akan lebih relevan karena menjadi solusi atas masalah warga.
M. Taufikul Basari | 13 Oktober 2018 00:47 WIB
Ridwan Kamil

Bisnis.com, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berencana menjadikan daerah yang dipimpinnya sebagai  provinsi digital terbaik di Indonesia.

Menurutnya, ambisi tersebut bukan sesuatu yang istimewa karena digitalisasi sudah jadi keharusan. Kebijakan itu, katanya, adalah bagian dari upaya Pemprov Jawa Barat untuk menelurkan program yang relevan bagi masyarakat.

“Pemerintahan yang berhasil hari ini adalah yang relevan terhadap masyarakat,” kata Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, saat memberikan materi dalam talkshow di Paragon Innovation Summit 2018, Bandung, Jumat (12/10/2018).

Kang Emil juga meminta seluruh jajaran pemerintahan di bawahnya agar berpikir seperti warga, bukan berpikir seperti pejabat. Dengan begitu, kebijakan yang dikeluarkan akan lebih relevan karena menjadi solusi atas masalah warga.

“Kunci berhasil itu jadi relevan, be relevant. Saya setiap hari berusaha untuk jadi relevan,” katanya dalam diskusi bertema “Innovation for The Nation: Peran dan Kontribusi Generasi Muda Menghadapi Era Industri 4.0.”

Kang Emil menyebut bahwa Jawa Barat saat ini didominasi generasi milenial, dengan rata-rata usia penduduk di bawah 40 tahun. Kelompok produktif ini perlu difasiltasi dengan pusat-pusat inovasi dan kreativitas.

Oleh karena itu, pihaknya berencana membangun Innovation Center di setiap kabupaten/kota di Jawa Barat. Diharapkan, Innovation Center dapat memfasilitasi generasi muda dengan alat-alat 4.0 yang dapat dipakai untuk belajar dan berkarya bagi warga.  

TANTANGAN JURNALIS

Najwa Shihab, founder Narasi.Tv yang berbicara dalam satu panggung, juga menyinggung hal yang sama dalam menghadapi tantangan industri 4.0 bagi jurnalis. Diakuinya saat ini banyak aspek terkait dengan insustri informasi telah berubah, termasuk cara orang mengonsumsi berita.

Jauh lebih banyak orang yang mengonsumsi berita dari aplikasi kuratorial berita, dibandingkan dengan mengakses langsung ke website aslinya. Oleh karena itu, media juga harus bisa menyesuaikan diri.

“Jurnalis harus relevan di setiap platform dan setiap generasi,” kata pemilik acara talkshow Mata Najwa dan Catatan Najwa itu. “Dunia berubah begitu cepat, jika kita tidak ikut berubah, kita akan ditinggalkan.”

Menurutnya, kunci untuk bisa sejalan dengan perubahan itu bukan pada pengusaaan teknologi, melainkan pada kemampuan kita untuk terus-menerus belajar hal baru.

Paragon Innovation Summit 2018 adalah ajang pameran, kompetisi, aksi sosial dan seminar yang mempertemukan tokoh kreatif dengan generasi muda agar mereka termotivasi untuk berkarya dan inovatif.

Ajang yang digelar PT Paragon Technology & Innovation (PTI) dalam rangka ulang tahun ke-33 ini merupakan yang pertama kalinya, dan dilakukan di beberapa kampus seperti di Yogyakarta, Surabaya, Jakarta dan puncaknya di Bandung.

Selama roadshow, PTI mengklaim berhasil mengajak ribuan anak muda untuk terlibat dalam workshop mengenai dunia sosial, bisnis, dan kreatif, serta merangkul komunitas setempat.

Chief Marketing Officer PT Paragon Technology & Innovation Salman Subakat mengatakan bahwa semangat inovasi itu ada dalam perusahaan yang dirintis oleh orangtuanya tersebut. Divisi penelitian dan pengembangan PTI, katanya, merupakan upaya untuk mengejawantahkan budaya inovatif dengan menelurkan produk kecantikan berkualitas buatan dalam negeri.

PTI merupakan perusahaan manufaktur kosmetik nasional terbesar di Indonesia yang menaungi sejumlah brand yaitu Wardah, Make Over, Emina, IX, dan Putri. PTI memiliki lebih dari 7.500 karyawan yang setiap tahun mampu memproduksi 95 juta produk perawatan pribadi dan make-up.

Tag : ridwan kamil, Najwa Shihab
Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top