Ketika Hoaks Beredar di Tengah Bencana

Fenomena hoaks di Indonesia saat ini ternyata tak hanya terjadi dalam dinamika politik, hoaks justru ramai saat bencana terjadi. Mengapa demikian?
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 12 Oktober 2018 09:26 WIB
Ilustrasi - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Fenomena hoaks di Indonesia saat ini ternyata tak hanya terjadi dalam dinamika politik, hoaks justru  ramai saat bencana terjadi. Mengapa demikian?

Saat bencana gempa bumi di Situbondo, Jawa Timur, Kamis (11/10/2018), Deputi Bidang Geofisika Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Muhamad Sadly mengatakan, masyarakat jangan cepat mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya.

"Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” tegas Sadly

Menurut pengamat media sosial Eddy Yansen, hoaks atau disinformasi saat  bertujuan meresahkan masyarakat

"Maka saya setuju dengan tindakan kepolisian yang mulai menindak para pelaku hoaks ini,” kata Eddy kepada Bisnis, Jumat (12/10/2018).

Dia tak menampik bahwa fenomena hoaks saat bencana menyita perhatian para pengamat dan pakar komunikasi publik di Indonesia. Begitu pula pakar teknologi dan pemerintahan, di Amerika Serikat juga fokus mengkaji fenomena tersebut.

"Sehingga diharapkan kelak fitur seperti safety check in crisis di medsos bisa berkembang lebih mature. Menjadi satu titik komunikasi dari otoritas saat krisis terjadi," terang Eddy.

Misalnya saja, ketika terjadi viral hoaks akan terjadi tsunami, maka secara otomatis seluruh media sosial seperti Facebook di Indonesia akan dikontraskan dengan satu informasi resmi pemerintah.

"Langsung dikonfirmasi, misalnya tidak diperkirakan akan terjadi tsunami di wilayah, jadi  masyarakat diharapkan tenang," sambungnya.

Eddy yakni teknologi safety check hoax seputar ini akan langsung tertangani dengan baik dan cepat. Hal ini sudah dalam pembahasan dan semoga pengembangannya bisa cepat terealisasi.

Bisnis mencatat, fenomena hoaks saat bencana paling ramai terjadi saat gemp abumi Lombok, NTB. Banyak informasi di media sosial bahwa pada jam tertentu akan terjadi gempa susulan. Hoaks itu sukses membawa kecemasan di tengah masyarakat dan menjauhkan mereka dari optimisme.

Tag : bencana alam, hoax
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top