Prabowo-Sandi Apresiasi Jokowi Akui Daya Beli Masyarakat Sulit

Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi mendukung langkah pemerintah menunda kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dengan alasan daya beli masyarakat yang sulit.
Jaffry Prabu Prakoso | 11 Oktober 2018 22:07 WIB
Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi Dahnil Anzar Simanjuntak - Antara/Dyah Dwi

Bisnis.com, JAKARTA – Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi mendukung langkah pemerintah menunda kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dengan alasan daya beli masyarakat yang sulit.

Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengapresiasi pertimbangan tersebut karena semua kebijakan harus mendukung publik.

"Jangan sampai rakyat yang sudah sulit semakin sulit dengan kenaikan BBM tersebut, meski hanya berselang 1 jam dari instruksi beliau [presiden] kepada Menteri ESDM untuk mengumumkan kenaikan tersebut," kata Dahnil melalui pesan pendek pada Kamis (11/10/2018).

Dahnil berharap di sisa waktu kepemimpinannya, Jokowi tidak membuat kebijakan yang menyengsarakan masyarakat khususnya warga kurang mampu.

Berdasarkan catatannya, bukan kali ini saja Jokowi kurang koordinasi dengan para menterinya dalam menentukan kebijakan.

"Saya berharap Pak Jokowi sebagai presiden di waktu yang tersisa tidak mengulangi terus menerus kepemimpinan yang miskin perencanaan dan koordinasi seperti yang beliau tunjukkan selama ini," ujarnya.

Menurut Dahnil, apa yang diperlihatkan Jokowi berimbas ke para pembantunya dan menunjukkan buruknya koordinasi antara pimpinan dan lembaga di bawahnya.

"Dampaknya mempermalukan pemerintahan dan mengorbankan anak buah tanpa ada kata maaf sama sekali," tambahnya.

Tag : Harga BBM, Pilpres 2019
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top