Cuaca Terik: Matahari di atas Ubun-Ubun, Hari-Hari pun tanpa Bayangan

Jika Anda merasakan cuaca panas terik selama beberapa pekan terakhir dan makin panas pekan ini, hal itu tak lepas dari kulminasi matahari di Pulau Jawa. Artinya, dalam beberapa hari ini, posisi matahari tepat berada di atas kota-kota di Jawa.
Adib Muttaqin Asfar/Gloria Fransisca Katharina Lawi | 11 Oktober 2018 17:54 WIB
ilustrasi kekeringan. (Solopos/Dok)

Bisnis.com, SOLO - Jika Anda merasakan cuaca panas terik selama beberapa pekan terakhir dan makin panas pekan ini, hal itu tak lepas dari kulminasi matahari di Pulau Jawa. Artinya, dalam beberapa hari ini, posisi matahari tepat berada di atas kota-kota di Jawa.

Dilansir laman resmi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), bmkg.go.id, kulminasi adalah fenomena ketika matahari tepat berada di posisi paling tinggi di langit. Fenomena ini terjadi karena bidang ekuator bumi atau bidang rotasi bumi tidak tepat berimpit pada bidang revolusi bumi. Karena itu, posisi matahari dari bumi akan terlihat terus berubah sepanjang tahun antara 23,50LU s/d 23,50 LS, hal ini disebut sebagai gerak semu harian matahari.

Pada 23 September lalu, posisi matahari tepat berada di atas khatulistiwa atau ekuator atau dinamakan equinox. Karena itu, kota-kota di sepanjang ekuator (garis lintang 0 derajat) seperti Pontianak, mengalami kulminasi. Selanjutnya posisi matahari bergerak ke selatan dan pada awal Oktober berada di atas Pulau Jawa.

Akun @humasjabar membeberkan jadwal kulminasi di beberapa kota di Jawa. Pada 9 Oktober, terjadi kulminasi di Jakarta dan Serang. Lalu pada 11 Oktober 2018 atau hari ini, kulminasi terjadi di Semarang dan Bandung. Selanjutnya pada 12 Oktober terjadi kulminasi di Surabaya. Kemudian pada 13 Oktober, terjadi kulminasi di kota-kota selatan Jawa seperti Jogja dan Solo. Berikutnya, pada 15 Oktober 2018 kulminasi terjadi di Denpasar dan Mataram, serta 20 Oktober 2018 di Kupang.

Posisi matahari akan terus bergerak ke selatan hingga 21 Desember tepat berada di posisi 23,50 LS (musim panas belahan bumi selatan dan musim dingin di belahan bumi utara). Selanjutnya posisi matahari berbalik bergerak ke utara dan kembali sampai di ekuator atau kembali terjadi equinox pada 21 Maret 2019. Posisi paling utara matahari, yaitu 23 LU (awal musim panas belahan bumi utara dan musim dingin belahan bumi selatan), terjadi pada 21 Juni.

Saat kulminasi, posisi matahari tepat berada di atas kepala sehingga disebut juga sebagai hari tanpa bayangan. Kondisi ini membuat suhu udara cenderung lebih tinggi atau lebih panas daripada biasanya. Situasi ini membuat manusia dituntut untuk lebih banyak minum air putih dan menghindari terik matahari berlebih.

Tag : kemarau
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top