Indef : Keuntungan Pertemuan IMF-Bank Dunia Masih Perlu Dibuktikan

Pengamat ekonomi dari Indef, Enny Sri Hartarti mengatakan bahwa kalau Indonesia tidak bisa menindaklanjuti sejumlah agenda untuk perbaikan ekonomi yang sudah disusun maka pertemuan tahunan IMF-Bank dunia tidak akan memberikan mamfaat banyak bagi rakyat.
John Andhi Oktaveri | 11 Oktober 2018 17:28 WIB
Diskusi bertema Miliaran, Dana Annual Meeting IMF Darimana? di Gedung DPR yang diikuti nara sumber Pengamat ekonomi Enny Sri Hartati, Anggota Komisi XI dari Fraksi PDIP Hendrawan Supratikno dan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono, Kamis (10/10) - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA—Pengamat ekonomi dari Indef, Enny Sri Hartarti mengatakan bahwa kalau Indonesia tidak bisa menindaklanjuti sejumlah agenda untuk perbaikan ekonomi yang sudah disusun maka pertemuan tahunan IMF-Bank dunia tidak akan memberikan mamfaat banyak bagi rakyat.

“Apakah annual meeting ini sekedar seremonial yang diikuti oleh 189 negara, itu yang paling utama dipersoalkan. Bagaimana dengan agenda yang sudah disusun, progresnya seperti apa dan bagaimana dilaksanakan,” ujar Enny dalam diskusi bertema “Miliaran, Dana Annual Meeting IMF Darimana?” di Gedung DPR yang diikuti nara sumber Anggota Komisi XI dari Fraksi PDIP Hendrawan Supratikno dan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono, Kamis (10/10).

Enny meyakini kalau Indonesia mampu melakukan lobi-pobi pada gelarana tersebut mengingat banyak tokoh penting dunia yang hadir seperti pengusaha China, Jack Ma dan Bill Gates dari Amerika Serikat, maka pertemuan itu akan membawa pengaruh positif terhadap perbaikan ekonomi nasional.

Hanya saja Enny mengakui tidak mudah untuk meningkatkan kepercayaan investor asing untuk berinvestasi di Indonesia. Pasalnya, IMF dan Bank Dunia selama ini dikelola secara korporasi sehingga lebih banyak menguntungkan negara-negara besar yang menjadi pemegang saham terbesarnya.

Enny mengakui masih terjadinya pelemahan rupiah dan terjadinya pelarian modal ke luar negeri menjadi tanda tanya akan efektivitas pelaksanaan pertemuan tahunan tesebut. Sedangkan untuk dampaknya terhadap industri pariwisata belum bisa dilihat dalam beberapa bulan ini mengingat dampaknya masih akan terlihat dalam jangak panjang.

“Jadi pertemuan itu bukan soal banyaknya pengusaha dunia dan tokoh sentral di sektor ekonomi yan hadir, tapi bagaimana kita ingin mereposisi dan revitalisasi terhadap keberadaan World Bank selama ini,” ujarnya. Enny menilai kedua institusi itu merupakan lembaga supra nasional yang sangat menentukan peta perekonomian dunia.

“Arah kebijakan IMF selama ini terbukti telah mendorng terjadinya ketimpangan. Kalau Bank dunia hair hanya sebagai pemadam kebakaran,” ujar Enny.

Sementara , Hendrawan Supratkno mengatakan bahwa memang tidak mudah bagi satu negara untuk menjadi tuan rumah pertemuan IMF-Bank dunia. Karena itu 

pertemuan internasional akan menaikkan citra dan kepercayaan asing terhadap Indonesia.

Akan tetapi, soal revitalisasi peran IMF dan Bank Dunia agar lebih berpihak kepada negara berkembang dan tidak terjadi ketimpangan eknomi, Hendrawan mengatakan bahwa hal itu tidak mudah untuk dilakukan.

Dia mengatakan selagi kedua lembaga itu dikelola secara korporasi maka maka revitalisasi itu akan sulit untuk dilakukan. 

Hendrawan mengakui bahwa selama ini kedua lembaga itu memang lebih banyak menguntungkan para pemegang sahamnya seperti Amerika Serikat dan Eropa.  

Tag : indef, annual meetings IMF-World Bank
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top