Trump Kembali Kritik Langkah The Fed Naikkan Suku Bunga

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mengkritik keputusan The Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga.
Iim Fathimah Timorria | 10 Oktober 2018 09:49 WIB
Presiden AS Donald Trump saat pertemuan di Istana, Singapura, 11 Juni 2018. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS)  Donald Trump kembali mengkritik keputusan The Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga.

Di hadapan para wartawan Gedung Putih, Trump menyebut The Fed terlalu cepat mengambil keputusan, padahal angka inflasi berada di posisi rendah dan data perekonomian menunjukkan kondisi yang kuat.

“Saya lebih suka melihat suku bunga yang rendah. Mereka melakukan apa yang mereka pikir perlu, tapi saya tidak menyukainya. Tingkat inflasi terkontrol dan kita merasakan banyak hal baik terjadi,” kata Trump sebelum meninggalkan Gedung Putih, Selasa (9/20/2018) waktu setempat.

Sebagaimana diberitakan Reuters, Trump menilai langkah The Fed terlalu cepat terlepas dari kondisi perekonomian Amerika Serikat saat ini.

“Saya rasa tidak perlu lah secepat itu,” tambahnya.

Bank sentral Amerika Serikat, The Fed terakhir menaikkan suku bunga September lalu dan melanjutkan kebijakan moneter yang ketat. Langkah itu didasari perkiraan ekonomi Amerika masih akan menikmati pertumbuhan ekonomi setidaknya hingga tiga tahun ke depan.

Kongres Amerika memerintahkan The Fed untuk mencapai tingkat inflasi yang rendah dan penurunan angka pengangguran. Saat ini inflasi tahunan Amerika Serikat berada di atas 2% dan angka pengangguran berada di level terendah dalam 40 tahun.

“Yang terpenting adalah, saat ini kita berhasil memecahkan rekor,” tambah Trump.

“Saya tidak ingin keberhasilan itu melambat, terlebih ketika kita tidak punya masalah inflasi.”

Ini bukan kali pertama Trump menunjukkan ketidaksetujuannya. September lalu ia langsung menyampaikan kekecewaan usai The Fed mengumumkan kenaikan suku bunga. Trump mengaku ia belum mendiskusikan pandangannya kepada Ketua The Fed Jerome Powell.

“Saya lebih suka tidak terlibat,”ungkapnya.

Tag : amerika serikat, Donald Trump
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top