Aksi Tipu-Tipu "Aspri" Kapolri dan Bujukan Memenangkan Tender

Penangkapan RH, pelaku penipuan yang mengaku sebagai asisten pribadi Kapolri pada Selasa (9/10/2018) menggambarkan betapa nama besar masih membuat orang mudah teperdaya.
Saeno, Aziz Rahadyan | 10 Oktober 2018 15:07 WIB
RH, pelaku penipuan dengan mengaku sebagai asisten pribadi Kapolri - Bisnis/Sholahuddin Al Ayyubi

Bisnis.com, JAKARTA — Penangkapan RH, pelaku penipuan yang mengaku sebagai asisten pribadi Kapolri pada Selasa (9/10/2018) menggambarkan betapa nama besar masih membuat orang mudah teperdaya.

Dengan mengandalkan foto bersama Kapolri Tito Karnavian, RH bisa meyakinkan korbannya untuk menyerahkan cek senilai Rp1 Miliar. Uang itu  kemudian dibagikan RH kepada sejumlah orang selain digunakannya untuk belanja berbagai keperluan mulai dari membeli sofa, membayar keperluan hidup, melunasi utang, hingga membeli lahan di Sumatra Selatan.

Selain RH masih ada tiga tersangka lain yang kini masuk daftar pencarian orang.

Para pelaku dinilai merugikan pihak Kepolisian terutama nama Kapolri sebab melakukan modus penipuan dengan berpura-pura memiliki kedekatan dengan para petinggi Polri dan Badan Intelijen Negara (BIN).

Dengan janji bisa mempertemukan korban, seorang pengusaha IT, bertemu dengan petinggi Polri dan BIN, RH meraup untung dengan cara singkat. Akhirnya, langkah RH terhenti di hadapan resmob Polda Metro Jaya.

Terkait kasus RH, Kombes Pol Argo Yuwono, Kabid Humas Polda Metro Jaya menghimbau masyarakat agar tidak mudah terkecoj oleh oknum yang mengatasnamakan Kepolisian RI. Apalagi meminta-minta dana "pemulus" proyek tender di Kepolisian.

"Ini [penipuan RH] merupakan tindakan yang merugikan pihak Kepolisian. Kami sampaikan bahwa kegiatan proyek di Kepolisian sudah transparan menggunakan e-katalog yang sesuai dengan peraturan lelang umum," ungkap Argo saat memberikan konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Selasa (9/10/2018).

Sebelumnya RH dan tiga tersangka lain telah menipu seorang pengusaha yang bermaksud mengikuti tender pengadaan perlengkapan IT di kepolisian dengan total kerugian mencapai Rp 1 miliar.

Ini bukan kali pertama RH melakukan tindakan lancung. Sebelumnya, RH juga pernah menipu dengan cara yang mirip untuk proyek tender di Polda Makassar. Penipuan lain dilakukan RH dengan mengaku dirinya sebagai polisi berpangkat AKP di Yogyakarta. 

RH kini sudah tertangkap, tapi masyarakat tetap harus waspada. Tidak ada jaminan bahwa setelah tertangkap dan kasusnya dilimpahkan ke pengadilan, RH tidak akan "ketagihan" untuk mengulang aksinya. Juga, bukan mustahil, ada RH lain yang siap memanfaatkan nama besar petinggi Polri untuk membujuk seseorang kembali menjadi korban penipuan.

Tag : penipuan
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top