Badan Geologi Susun Rekomendasi Kondisi Geologis Sulteng Pascabencana

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral tengah menyusun rekomendasi teknis terkait kondisi geologis di Sulawesi Tengah.
Newswire | 10 Oktober 2018 23:28 WIB
Foto udara kawasan tanah bergerak (likuifaksi) yang terjadi akibat gempa bumi berkekuatan 7,4 SR pada 28 September 2018 di Palu Selatan, Palu, Sulawesi Tengah, Senin (1/10/2018). - ANTARA/Irwansyah Putra

Bisnis.com, JAKARTA -- Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral tengah menyusun rekomendasi teknis terkait kondisi geologis di Sulawesi Tengah.
 
Rekomendasi tersebut itu menyangkut rekonstruksi Palu, Donggala, dan wilayah lainnya di Sulawesi Tengah (Sulteng) pascabencana akhir bulan lalu.
 
"Barangkali 3-4 pekan ini peta rekomendasi itu siap. Tentu saja membutuhkan kajian yang akurat," papar Sekretaris Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Antonius Purbo, seperti dilansir Antara, Rabu (10/10/2018).
 
Dia menyatakan pihaknya telah mengirim tim beranggotakan 26 orang ke lapangan untuk penyusunan peta geologis tersebut. Salah satu yang ditinjau adalah potensi likuifaksi, yang nantinya akan menjadi masukan dalam pembangunan pemukiman di wilayah tersebut.
 
Kementerian ESDM juga akan membangun 25 sumur bor untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi. 
 
"Terkait likuifaksi, kami belajar dari gempa Padang pada 2005. Saat itu, Badan Geologi melihat pentingnya melakukan pemetaan likuifaksi dan di Palu telah kami lakukan pada 2012," terang Antonius.
 
Secara keseluruhan, ada 12 daerah yang potensi likuifaksinya telah dipetakan, antara lain Padang, Mataram, Yogyakarta, dan Palu.
 
Adapun pemetaan kali ini akan dilakukan dalam skala yang lebih detail atau mikrozonasi. Pasalnya, likuifaksi tidak menyebar mendatar dan bisa saja ada beberapa titik dalam satu wilayah.
 
Likuifaksi terjadi ketika lapisan tanah yang berupa sedimen diguncang gempa, sehingga butiran tanah, pasir, atau kerikil menjadi terlepas ikatannya dan ambruk ke dalam sumber air tanah. Sehingga, terjadi adukan tanah akibat gempa tersebut. 

Sumber : Antara

Tag : kementerian esdm, Gempa Palu
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top