Sungai di Jabar Akan Miliki ‘Early Warning System’ Banjir

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil berencana memasang sistem peringatan dini (early warning system) di sejumlah daerah aliran sungai yang kerap banjir.
Wisnu Wage Pamungkas | 09 Oktober 2018 15:00 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil/JIBI/BISNIS - Wisnu Wage

Bisnis.com, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil berencana memasang sistem peringatan dini (early warning system) di sejumlah daerah aliran sungai yang kerap banjir.

Ridwan Kamil mengatakan dirinya sudah meminta agar Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (DPSDA) Jabar mengelola manajemen air secara digital termasuk dengan melakukan studi di Jepang.

"Ini terkait early warning system bahaya sungai," katanya di Gedung Sate, Bandung, Selasa (9/10/2018).

Rencananya, sungai ini akan dipasang sensor pendeteksi yang memungkinkan meluapnya debit air bisa dimonitoring. Selanjutnya, pemerintah bisa cepat tanggap melakukan langkah antisipasi.

"Karena kan banjir di Cirebon, Subang dimana-mana harus kita monitor juga potensinya. Ini early warning untuk sungai," paparnya.

Dia memastikan alat ini akan dipasang di DAS yang sering banjir di seluruh wilayah. Pihaknya juga meminta DPSDA melakukan kajian terkait potensi waduk-waduk baru. 

"Termasuk di sebelah Citarum ada tanah yang bisa dijual kan. Jadi ga usah nunggu [Kolam Retensi] Cieunteung [selesai] yang secara sosialnya banyak dinamika," ujar Ridwan Kamil.

Nantinya lahan yang dibeli tersebut akan dibuat menjadi sodetan-sodetan berupa danau dengan berbagai ukuran.

"Perintah saya kecil-kecil nggak masalah tapi banyak, kan volumenya sama saja," ujarnya.

 

Tag : jabar, ridwan kamil
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top