Dokter Militer Rusia Dituding Racuni Mantan Mata-mata Sergei Skripal

Warga kedua Rusia, yang dituding Inggris meracuni bekas mata-mata Rusia Sergei Skripal, adalah seorang dokter militer di Dinas Intelijen Rusia, GRU.
Newswire | 09 Oktober 2018 12:13 WIB
Bendera Federasi Rusia di Kedutaan Besar Rusia di Washington, Amerika Serikat. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Warga kedua Rusia, yang dituding Inggris meracuni bekas mata-mata Rusia Sergei Skripal, adalah seorang dokter militer di Dinas Intelijen Rusia, GRU.

Nama itu diungkapkan oleh Bellingcat, laman investigatif berisi topik-topik intelijen, pada Senin (8/10/2018).

Bellingcat menyebut nama dokter tersebut sebagai Alexander Yevgenyevich Mishkin, yang berusia 39 tahun. Mishkin bulan lalu didakwa oleh Inggris dengan nama Alexander Petrov.

Surat kabar Inggris, Daily Telegraph, juga menyebut-nyebut Mishkin dalam suatu laporan terpisah yang diterbitkan pada Senin.

Kejaksaan Inggris telah mengeluarkan dakwaan terhadap Petrov dan satu pria lain Rusia yang bernama Ruslan Boshirav dalam proses pengadilan tanpa kehadiran mereka.

Kedua warga Rusia itu didakwa atas percobaan pembunuhan dalam serangan racun saraf Novichok terhadap Skripal dan putrinya di kota Salisbury, Inggris, pada Maret.

Para jaksa mengatakan mereka yakin bahwa kedua tersangka itu telah menggunakan nama samaran untuk memasuki Inggris.

Bellingcat bulan lalu mengungkap jati diri Boshirov sebagai seorang kolonel di GRU yang bernama asli Anatoliy Chepiga.

Skripal dan putrinya, Yulia, ditemukan tersungkur di sebuah bangku di Salisbury. Kasus itu telah menimbulkan aksi pengusiran diplomatik terbesar antara Timur dan Barat sejak Perang Dingin.

Seorang perempuan juga tewas karena racun Novichok setelah pasangannya menemukan sebuah botol parfum tiruan, yang diyakini kepolisian telah digunakan untuk menyelundupkan racun saraf itu ke Inggris.

Mishkin lahir pada Juli 1979 di Desa Loyga di distrik Archangelsk, Rusia utara. Hingga September 2014, alamat rumahnya yang tercatat di Moskow sama dengan alamat kantor pusat GRU, kata Bellingcat.

"Proses identifikasi Bellingcat melibatkan beberapa sumber terbuka, kesaksian dari orang-orang yang tahu orang yang dimaksud serta salinan dokumen identifikasi diri, termasuk salinan paspornya," kata laman tersebut.

Pangkat Mishkin tidak diketahui, tambah Bellingcat, namun berdasarkan dinas yang telah dijalaninya 15 tahun, warga Rusia itu kemungkinan berpangkat letnan kolonel atau kolonel.

Mishkin direkrut oleh GRU saat menjalankan studi di salah satu akademi medis militer Rusia. Dari 2011 hingga 2018, ia melakukan perjalanan berulang kali dengan nama Alexander Petrov, termasuk ke Ukraina dan wilayah Moldova yang memisahkan diri, Transnistria.

Rusia telah membantah memiliki keterlibatan dengan kasus peracunan. Sementara itu, kedua pria Rusia tersebut telah mengatakan secara terbuka bahwa mereka adalah wisatawan yang terbang ke London untuk bersenang-senang dan mengunjungi Salisbury untuk melihat-lihat gereja keuskupan di sana.

Sumber : Antara

Tag : rusia, inggris
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top