Gempa Palu-Donggala: Distribusi Bantuan di Sigi Belum Merata

Sebelas hari pasca gempa dan tsunami yang melanda Palu, warga ternyata masih mengalami kesulitan menerima pasokan makanan. Hal itu dirasakan Ali Mustofa, warga Desa Walatana, Kecamatan Lolo Selatan Kabupaten Sigi.
Andini Ristyaningrum | 09 Oktober 2018 15:27 WIB
Polisi mengamankan aktivitas bongkar muat bantuan makanan untuk korban gempa dan tsunami Palu serta Donggala di Pelabuhan Kelas-III Pantoloan, Palu, Sulawesi Tengah, Senin (1/10/2018). - ANTARA/Irwansyah Putra

Bisnis.com, MAKASSAR – Sebelas hari pasca gempa dan tsunami yang melanda Palu, warga ternyata masih mengalami kesulitan menerima pasokan makanan. Hal itu dirasakan Ali Mustofa, warga Desa Walatana, Kecamatan Lolo Selatan Kabupaten Sigi.

Mustofa mengatakan sampai hari ini Selasa (9/10/2018) desanya hampir tak tersentuh bantuan sama sekali. Padahal kata dia, Desa Walatana merupakan salah satu wilayah yang paling mengalami kerusakan parah.

"Beberapa waktu lalu sudah ada yang bagikan bantuan beras. Setiap kepala keluarga (KK) hanya dapat setengah liter," ungkap Mustofa.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari Mustofa bersama empat orang anggota keluarga lainnya harus tetap berhemat agar kebutuhan bisa mencukupi. Ia juga sempat mengeluhkan proses pengambilan bantuan yang harus disertai kartu KK.

Jika ada masyarakat yang sudah kehilangan kartu keluarga atau identitas lainnya, maka diwajibkan untuk melampirkan surat keterangan dari pemerintah setempat, dalam hal ini pihak kelurahan.

"Padahal di beberapa daerah itu bantuannya sudah ada, bisa dapat mie instan sampai 30 bungkus untuk satu KK," terang Mustofa.

Untuk memenuhi kebutuhannya, Mustofa juga menjual bahan bakar eceran. Meski suplai dan harga bahan bakar sudah berangsur normal, namun masih sangat dibutuhkan masyarakat Palu saat ini.

 

Tag : Gempa Palu
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top