Bandara Mutiara SIS Al Jufri, Palu, Mendekati Normal. Per Hari Layani 14 Penerbangan

Operasional Bandara Mutiara SIS Al Jufri, Palu, Sulawesi Tengah, mendekati kategori normal. Pada hari Ke-11 pascagempa bermagnitudo 7,4 Skala Richter trafik lalu lintas penerbangan sudah mencapai 14 kali per hari.
Newswire | 09 Oktober 2018 11:13 WIB
Kondisi Bandara Mutiara Sis Al Jufri yang rusak akibat gempa di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (29/9/2018) mulai mendekati normal. - Antara

Bisnis.com, PALU - Aktivitas di Kota Palu terus bangkit. Setelah listrik menyala dan SPBU melayani kebutuhan warga, layanan penerbangan pun kembali berjalan.

Operasional Bandara Mutiara SIS Al Jufri, Palu, Sulawesi Tengah, mendekati kategori normal. Pada hari Ke-11 pascagempa bermagnitudo 7,4 Skala Richter trafik lalu lintas penerbangan sudah mencapai 14 kali per hari.

Saat ini bandara bisa melayani 12 hingga 14 penerbangan per hari, meningkat signifikan dibanding pekan lalu yang masih fokus melayani pesawat untuk pengiriman bantuan logistik bagi korban gempa.

Demikian dijelaskan Kepala Bandara Mutiara SIS Al-Jufri, Benyamin Noach Apetuley kepada Antara di Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (9/10/2018).

Tercatat enam maskapai yang beroperasi melayani penumpang yaitu Lion Air, Batik Air, Wings Air, Sriwijaya Air dan Garuda Indonesia, dengan tujuan Surabaya, Jakarta, Manado, Yogyakarta, Toli-Toli, Ampana, dan Morowali.

Bedasarkan pantauan, layanan penerbangan bandara sudah berangsur normal. Namun layanan di terminal masih belum pulih karena sejumlah bagian rusak akibat gempa.

Saat memasuki ruang kedatangan, terlihat beberapa sudut plafon ambruk, termasuk lantai dua gedung belum bisa digunakan.

Beberapa bagian terminal di lantai satu masih dipasangi pita kuning pertanda dalam perbaikan.

Conveyor belt atau lintasan pengambilan barang bagasi penumpang hanya satu yang dioperasikan. "Dua lainnya tidak digunakan karena plafon ruangannya butuh perbaikan," kata Benyamin.

Sementara itu, Kasubdit Penyelenggaraan Layanan dan Pengusahaan Bandar Udara, Direktorat Bandar Udara Kemenhub, Cecep Kurniwan mengatakan, dari sisi pelayanan Bandara Mutiara sudah kembali pulih.

Menurut Cecep bandara Mutiara Palu sudah bisa diterbangi pesawat jet komersial jenis boeing, namun kapasitas untuk melayani penerbangan komersial masih dibatasi.

Hal itu terjadi karena bandara juga harus difungsikan untuk pendaratan pesawat-pesawat pegirim  bantuan logistik bagi korban gempa.

Pengaturan lalu lintas pesawat atau air traffic control (ATC) sementara menggunakan sistem ATC bergerak, menggantikan menara yang rusak akibat gempa.

"Secara keseluruhan layanan semakin normal. Tinggal memperbaiki layanan di ruangan terminal," ujar Cecep.

Ia juga menekankan bahwa dalam operasinya bandara harus berpedoman pada prinsip 3S + 1 C yaitu Keselamatan (safety), Keamanan (security), Services (pelayanan) dan Compliance (sesuai dengan aturan yang berlaku internasional dan nasional).

Sumber : Antara

Tag : bandara, Gempa Palu
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top