Presiden Dorong Lembaga Pendidikan Tinggi Lahirkan Wirausahawan

Kreasi-kreasi baru harus difasilitasi, para sociopreneur yang memecahkan masalah di masyarakat harus kita dukung.
Ropesta Sitorus | 08 Oktober 2018 18:12 WIB
Presiden Joko Widodo (kedua kiri) bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo (kedua kanan) mengenakan ulos yang dipasangkan Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Runtung Sitepu (kiri) usai menyampaikan orasi, di kampus USU, Medan, Sumatra Utara, Senin (8/10). Orasi Presiden yang dihadiri ribuan mahasiswa dan civitas akademika tersebut dalam rangka Dies Natalis Ke-66 USU. - Antara/Irsan Mulyadi

Bisnis.com, MEDAN – Presiden Joko Widodo mengajak lembaga pendidikan tinggi di Indonesia turut berperan sejak dini mengembangkan sekaligus melahirkan para wirausaha yang mampu menciptakan lapangan kerja.

Hal itu disampaikannya saat memberikan orasi ilmiah dalam rangka Dies Natalis ke-66 Universitas Sumatera Utara (USU) di Auditorium Kampus USU pada Senin (8/10/2018), yang juga dihadiri Sekretaris Kabinet Pramono Anung serta Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir.

Dalam orasinya itu, Jokowi memberikan gambaran betapa Indonesia memerlukan lebih banyak wirausaha untuk dapat bersaing dengan negara lainnya.

Dia menyebutkan, semangat kewirausahaan bangsa Indonesia masih berada pada tahap yang rendah.

“Dalam Global Entrepreneurship Index tahun 2017, peringkat kewirausahaan kita masih di ranking 90 dari 137 negara. Di tingkat Asia Pasifik, peringkat kita ke-16 dari 24 negara. Jumlah inovasi dan paten kita juga masih rendah, yaitu peringkat 87 dari 137 negara, artinya masih banyak pekerjaan besar yang harus kita selesaikan," katanya.

Banyak cara dapat dilakukan pimpinan universitas untuk mengembangkan semangat kewirausahaan, salah satunya dengan membangun ekosistem bagi para wirausaha pemula dan mengembangkan sejumlah skema pembiayaan alternatif.

Meski demikian, dia mengingatkan bahwa semangat kewirausahaan tidak selalu berbicara soal keuntungan dan bisnis, tetapi juga meliputi pemecahan masalah sosial.

"Kewirausahaan tidak selalu semata menghasilkan profit bagi perusahaan, tapi juga melahirkan benefit bagi masyarakat luas. Berusaha menjadi sociopreneur yang memecahkan masalah sosial melalui cara-cara kewirausahaan. Saya berharap agar pendidikan tinggi mampu meningkatkan perannya dalam pengembangan ekosistem untuk mencetak para sociopreneur," tuturnya.

Jokowi juga meminta lembaga pendidikan tinggi di Indonesia untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman sekaligus mendukung segala kreasi baru yang mampu memberikan solusi bagi permasalahan yang ada di tengah masyarakat.

Dia berharap agar universitas mampu menjadi inkubator awal bagi lahirnya banyak wirausaha muda di Indonesia. “Saya yakin cara-cara baru harus dikembangkan, kreasi-kreasi baru harus difasilitasi, para sociopreneur yang memecahkan masalah di masyarakat harus kita dukung.”

Dia menyebutkan saat ini dunia menghadapi tantangan yang sangat kompleks. Interaksi yang berlangsung semakin cepat berdampak pada makin banyaknya perubahan. Agar mampu berkompetisi di era revolusi industri 4.0, perlu ada kesigapan, debirokratisasi serta efisiensi dalam segala bidang.

“Revolusi industri 4.0 membawa perubahan 3.000 kali lebih cepat dibanding revolusi industri yang pertama. Oleh karena itu, kita perlu membangun suatu ekosistem yang bisa mempercepat langkah kita. Proses yang bertele-tele dan panjang harus kita pangkas. Lakukan efisiensi di seluruh titik bidang. Jika tidak, bisa dipastikan kita akan kalah,” tegasnya.

Dia juga mengingatkan kembali peran sentral yang dimiliki pendidikan tinggi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Beberapa peran sentral tersebut yakni menciptakan SDM yang handal, melahirkan karya-karya riset yang unggul, menjawab setiap tantangan zaman, dan menjadi mitra pemerintah dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan-kebijakan publik.

Jokowi mendorong Perguruan Tinggi berani berinovasi menghadirkan fakultas dan jurusan yang selaras dengan kebutuhan di masa depan. Apalagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memberikan tantangan baru bagi pendidikan tinggi karena beberapa jenis pekerjaan akan hilang.

“Harus berani memunculkan fakultas atau jurusan yang sesuai dengan perkembangan. Saya sudah perintahkan Menristekdikti untuk terus memberikan trigger kepada perguruan tinggi menyesuaikan perubahan yang cepat ini.”

Usai orasi ilmiah, Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi menyatakan hal senada. Dia menuturkan, Pemprov Sumut akan memperkuat sinergi dengan institusi perguruan tinggi dalam mempercepat pembangunan Sumut. Dia mengaku telah melakukan pertemuan dengan rektor dan pimpinan pendidikan tinggi se-Sumut untuk berkolaborasi.

“Saya sepakat dengan apa yang sudah disampaikan oleh Bapak Presiden dalam orasi ilmiah. Kalau kita tidak bergerak cepat, kita akan kalah. Untuk para mahasiswa, saya pesankan jadilah mahasiswa yang melek teknologi dan manfaatkan teknologi untuk hal-hal yang bermanfaat,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor USU Runtung Sitepu mengapresiasi kesediaan Jokowi untuk hadir dan menyampaikan orasi ilmiah dalam Sidang Terbuka Dies Natalis USU tersebut.

“USU berdiri pada tahun 1982 dan merupakan universitas ketujuh yang diresmikan oleh Presiden Soekarno. Belum pernah sebelumnya, acara Dies Natalis USU dihadiri oleh seorang Presiden. Untuk itu, kami sangat merasa terhormat dan berterima kasih,” katanya.

Di penghujung acara tersebut, Jokowi dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo diberi kenang-kenangan ulos, yakni ulos "gatip" untuk Presiden dan ulos “ragi-ragi" untuk Iriana. Kedua ulos tersebut bermakna agar sepanjang hayat sehat, bahagia bersama keluarga.

Tag : jokowi
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top