Annual Meeting IMF-WBG 2018: Petugas Imigrasi Berjaga di Pelabuhan Gilimanuk

Petugas Imigrasi Berjaga di Pelabuhan Gilimanuk Selama Pelaksanaan IMF
Newswire | 08 Oktober 2018 16:42 WIB
Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Ronny Franky Sompie (kanan) mengecek persiapan jalur khusus keimigrasian untuk delegasi IMF-WB 2018 di Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Jumat (28/9/2018). - Bisnis/Ni Putu Eka WIratmini

Bisnis.com, JAKARTA - Puluhan petugas imigrasi ikut berjaga di Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali selama pelaksanaan pertemuan IMF dan Bank Dunia.

Petugas imigrasi ini khusus mengawasi dan memeriksa warga negara asing, yang masuk Bali lewat pelabuhan yang terhubung dengan Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur tersebut.

"Setiap warga negara asing yang masuk ke Bali lewat pelabuhan ini kami periksa identitas serta kelengkapan dokumennya. Semua itu untuk mengantisipasi jangan sampai ada gangguan saat pertemuan IMF dan Word Bank," kata Kepala Sub-Seksi Izin Tinggal Keimigrasian, Kantor Imigrasi Kelas II Singaraja Wawan A. Mido, di Negara, Senin (8/10/2018).

Ia mengatakan, seringkali kegiatan internasional sebesar IMF dan Word Bank dimanfaatkan pengungsi dari negara yang sedang dilanda konflik untuk mencari suaka.

Menurutnya, sejak pihaknya mulai berjaga di Pelabuhan Gilimanuk Jumat (5/10) lalu, sudah dua warga negara asing yang ditindak karena melanggar aturan keimigrasian.

Ia mengungkapkan, satu orang warga negara Uganda dibawa ke kantor Imigrasi Kelas II Singaraja karena tidak membawa paspor, serta satu orang warga negara Afghanistan yang berstatus pengungsi dikembalikan ke penampungan di Surabaya.

"Warga asing asal Afghanistan itu sudah beberapa tahun tinggal di Indonesia sebagai pengungsi. Ia membawa kartu tanda pengungsi dari UNHCR sebagai badan dunia milik PBB yang menangani pengungsi," ungkapnya.

Kepada petugas, warga Afganistan ini mengaku ke Bali untuk berwisata, namun oleh petugas imigrasi tetap dikawal dan dikembalikan ke penampungan di Surabaya, karena ia tidak boleh keluar dari kota tersebut sesuai ketentuan.

Ia menegaskan, pihaknya tidak menghalangi warga negara asing masuk ke Bali lewat Pelabuhan Gilimanuk, asal memenuhi persyaratan seperti kelengkapan dokumen.

"Pengawasan di Pelabuhan Gilimanuk ini akan dilakukan sampai kegiatan IMF dan Word Bank selesai. Setiap hari, kami memeriksa ratusan warga negara asing yang hendak masuk ke Bali lewat pelabuhan ini," ujarnya.

Sumber : Antara

Tag : imf
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top